Kamis, 27 Juni 2013

Review Novel: Negeri Para Bedebah By Tere Liye

Cover Negeri Para Bedebah
Negeri Para Bebah merupakan novel yang ditulis oleh Tere Liye, seorang novelis yang karyanya sudah banyak dikenal dan menjadi best seller. Novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pertama kali tahun 2012 dengan tebal halaman 440 halaman. Negeri Para Bedebah merupakan novel pertama, lanjutan dari novel ini berjudul Negeri Di Ujung Tanduk. Walau masih ada kaitannya, cerita keduanya berbeda walau dalam masih memiliki tema yang sama.

Masuk ke dalam cerita, Negeri Para Bedebah ini menceritakan seorang anak muda yang cemerlang. Ia pintar, konsultan keuangan yang mengisi berbagai forum lintas negara, dan memiliki prospek kedepan yang amat cerah. Namun, dari semua itu, Thomas (Tommi) tokoh utama dari novel ini memiliki masa lalu yang begitu suram. Ia yatim sejak usianya masih 10 tahun, hanya kakeknya, tante serta omnya yang tersisa. Kedua orang tua Thomas mati terbakar di atas puing-puing rumahnya gara-gara arisan berantai papanya dan Om-Liem. Sejak saat itu Thomas membenci Om-Liem.

Senin, 24 Juni 2013

Review Novel Skuel Negeri Para Bedebah: Negeri Di Ujung Tanduk, Tere Liye

Cover Negeri Di Ujung Tanduk
“Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan. Ini negeri di ujung tanduk, Thomas” (hal. 116)

Kalian sudah membaca Novel sebelumnya? Negeri Para Bedebah?
Negeri di Ujung Tanduk ini adalah novel lanjutan dari novel tersebut. Thomas (Tommi) pemuda yang cerdas, berpendidikan dan memiliki pendirian kuat itu masih berjuang diluar sana. Bertarung layaknya petarung sejati yang tak akan mundur walau nyawa taruhan utamanya.

Thomas kini membuka cabang baru di perusahaan konsultannya. Konsultan politik. Akhirnya Thomas masuk ke dunia politik yang selama ini ia benci. Benci? Sebenarnya ia tidak membencinya, Thomas adalah sosok yang memilih untuk membenci diri sendiri karena ia tak bisa melakukan apapun untuk merubah negeri ini. Negeri para bedebah yang menjadi sumber kehidupan kelamnya. Negeri yang membuatnya harus berdiri tegak di atas abu orang tuanya.Thomas memang pendendam  sejati yang bertekad akan berperang dan memilih tidak takut dengan apapun.

Cerita dimulai dari pertemuan Thomas dengan JD, mantan gubernur yang memiliki reputasi cemerlang dalam karir pemerintahan negeri bedebah ini. Pertemuan yang mengesankan itu membuat Thomas bertekat untuk menjadikaanya sebagai pionir paling tinggi di negeri ini. Menjadikan JD sebagai presiden yang memiliki motivasi paling bersih. Semua berjalan lancar, JD adalah calon terkuat presiden yang akan mengubah seluruh negeri. 

Senin, 10 Juni 2013

Cerita Keluarga Sebelas: Ibu Saniah, dan Kehangatan Keluarga Baru dari Suku Osing di Kemiren, Banyuwangi

Kita bersama (keluarga rumah sebelas)







Siapa bilang keluarga itu hanya sekedar ikatan darah? Tidak! Setidaknya itu yang aku rasakan selama berada di antara mereka semua.

Dua hari, hanya dua hari waktu yang kami miliki di Banyuwangi, tapi ingatan kami dan hati kami seolah mendapatkan keluarga baru di suku Osing. Siapa sih kita ini? Pendatang… tapi keterbukaan dan juga kehangatan warga suku Osing masih membekas. Cie…

Tempat persinggahan kami (rumah Ibu Saniah)
Jumat pagi, 31 Mei 2013 jam 09.00 WIB kami rombongan PLG III sampai di Kemiren, Banyuwangi. Belum sempat kami berkenalan, senyum ramah kepala desa dan warga telah menyinari pagi kami (bahasanya). Suasana yang berbeda, bahasa yang berbeda terdengar asing, kami tersenyum (karena tidak mengerti) dan menunggu siapa yang menjadi ibu dan bapak kami selama di sana.

Ibu Saniah, itulah Ibu yang akan merawat kami selama dua hari ini. Lalu di mulailah perjalanan Aku, Upi, Tyas, Dybora, Nurul, Dita, Pitty, Mb Kiki, Ragil, Nisa, Weni, dan Muji mengikuti Ibu Saniah ke rumahnya. Diam. Sesekali bertanya dan melempar senyuman, terasa kaku sampai kami tiba disebuah rumah. Saat menginjakkan kaki pertama. Ah dinginnya lantai, membuat suasana nyaman.

Rabu, 05 Juni 2013

Berkunjung ke Savana Bekol di Taman Nasional Baluran


Savana Bekol
Minggu, 2 Juni 2013
Indonesia benar-benar negara yang kaya, layaknya lagu “rumah kita” segala nikmat dan anugerah yang kuasa, semuanya ada di sini man. Taman Nasional Baluran memang sebuah miniatur Indonesia di mana di dalamnya terdapat berbagai pewujudan alam Indonesia.

Pintu Masuk Taman Nasional
Taman Nasional Baluran terdapat di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Luasnya sebesar 25.000 hektar. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan konservasi Alam No : SK.228/IV-SET/2012 Tanggal 26 Desember 2012 Tentang Zonasi Taman Nasional Baluran (pengganti Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam (PKA) nomor 187/Kpts/DJ-V/1999)  zonasi taman nasional adalah sebagai berikut:
Zona Inti Seluas 6.920,18 Ha (27,68%)
Zona Rimba Seluas 12.604,14 Ha (50,42%)
Zona Pemanfaatan Seluas 1.856,51 Ha (7,43%)
Zona Tradisional Seluas 1.340,21 Ha (5,36%)
Zona Khusus Seluas 738,19 Ha (2,95%)
Zona Perlindungan Bahari Seluas 1.174,96 Ha (4,70%)
Zona Rehabilitasi Seluas 365,81 Ha (1,46%) 
Batas wilayah Taman Nasional Baluran sebelah utara adalah Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, Desa Wonorejo dan sebelah barat pegunungan. Terdiri atas hutan pantai, hutan mangrove dan rawa asin, hutan payau, padang rumput savanna, hutan hujan pegunungan, hutan musim, padang lamun, dan terumbu karang (http://balurannationalpark.web.id)

Selasa, 14 Mei 2013

REVIEW Novel Terjemahan Korea: My Name is Kim Sam Soon by Ji Su Hyun

My Name is Kim Sam Soon

Namanya Kim Sam Soon, nama yang sungguh kampungan. Sam Soon sangat membenci nama itu selama 29 tahun hidupnya. Karena saat dilahirkan, Kakeknya sangat marah akhirnya ia di beri nama seperti itu. Dari sinilah Sam Soon merasa namanya membawa sial. Kesialan itu benar-benar tanpa akhir! Tak hanya ditertawakan orang saat namanya disebut, tapi ia kini diputuskan dan dihianati oleh pacarnya di usianya yang hampir 30 tahun. 

“Bagi wanita berusia 30 tahun, lebih mungkin terkena ledakan bom atom daripada menemukan pria yang tepat”

Sam Soon benar-benar tidak beruntung! Saat patah hati seperti itu pun ia masih harus mengikuti perjodohan yang dilakukan ibunya dan berakhir sial, yaitu terjebak dalam kamar mandi pria dengan bra-nya yang robek. Saat itu pula seseorang pria memergokinya, pria yang sebelumnya juga melakukan perjodohan dan sengaja mengusir wanita itu dengan kasar.  

“Aku harus mengganti namaku menjadi Kim Hee Jin!”

Hari-hari benar-benar melelahkan bagi Sam Soon. Ia dipertemukan kembali dengan mantannya yang ternyata akan bertunangan dengan musuhnya saat SMA dulu. Mereka berdua memesan kue pertunangan di tempat Sam Soon bekerja. Kemarahan Sam Soon ia lampiaskan ke kue pertunangan yang ia bubuhi dengan bubuk cabai dan berakhirlah ia tanpa perkerjaan.

Penderitaan tanpa akhir! Saat ia berlatih mengemudi, mobilnya menabrak mobil mewah yang pemiliknya adalah lelaki psyco itu. Laki-laki yang menugusir teman wanitanya saat perjodohan dan memergokinya setengah telanjang di kamar mandi. Namun tak di sangka, pertemuan sial itu membawa Sam Soon ke pekerjaannya. Laki-laki itu, Jang Do Young, adalah pemilik restoran dan membutuhkan patissier.

Jumat, 03 Mei 2013

KAJIAN GEOGRAFI PERTANIAN, TEORI VON THUNEN, DUALISME BOEKE, DAN INVOLUSI PERTANIAN GREETZ


Lagi-lagi share tugas.. mohon gunakan artikel ini dengan bijak dan lebih pintar. Tidak mentah begitu saja karena saya juga memiliki banyak kekurangan...

TEORI POLA PRODUKSI VON THUNEN

Johann Heinrich Von Thunen (1783-1850), seorang ahli ekonomi Jerman menuliskan pemikirannya dalam buku Der isoliertee Staat (The isolated State atau Negara yang Terisolasi) . Ia membahas tentang teori lokasi pertanian dimana jarak pasar dengan lokasi pertanian akan mempengaruhi harga produksi yang berdasarkan pada perbedaan sewa tanah. Nilai suatu lahan akan tergantung pada penggunaan lahan serta jaraknya dari pasar. Semakin dekat suatu unit lahan dengan pusat perkotaan (pasar) maka nilai/harga sewa tanah akan semakin tinggi, dan sebaliknya semakin jauh suatu lahan dari pusat kota maka nilai/harga tanah akan semakin rendah. 
Teorinya Von Thunen terbagi dalam dua teori. Intensity theory dan crop theory. Pertama, teori Intensitas, di mana hanya ada satu pertaian yang tumbuh di suatu daerah yang terisolasi. Ia berpendapat bahwa:
“growing the crop without a fallow, and thus using much labour, would give a high economic rent near the town, but with increasing distance from market the price receive by farmers fell. For the price at the market was reduced by the cost of transportation the crop to market. Consequently economic rent would also decline with increasing distance from the market (David Grigg, 1995:116)” 
     Dapat dilihat pada gambaran di atas bahwa setiap daerah yang semakin jauh dengan posat kota maka sewa/nilai lahannya akansemakin menurun. Hal ini karena adanya pengaruh tambahan biaya transportasi yang diperlukan untuk menggangkut hasil pertanian ke pusat kota sehingga menurunkan harga/nilai lahan yang semakin jauh dari pusat. 
Kemudian teori yang kedua adalah The Crop Theory. Ia berpendapat bahwa 
“The farmer who wished to maximize economic rent would change the combination of crops and animals that they kept-or type of agriculture- as distance from the market increased, and the hence the price received at the farm gate declined (David Grigg, 1995:116).”
     Teori ini menyatakan bahwa pettani harus melakukan inovasi pertanian yang nantinya bertujuan untuk mengurangi biaya transportasi dan memaksimalkan keuntungan. Pada teori ini mulai dilakukan variasi pertanian dimana penggunaan lahan disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam. Semakin jauh dari pusat maka jenis tanaman akan berubah sesuai dengan pertimbangan harga produksi.

Selasa, 23 April 2013

Wanita-wanita petualang at Embung Nglanggeran, Kebun Buah Nglanggeran


Embung Nglanggeran dari atas

Tanggal 22 April 2013, Hari Bumi, setelah Hari Kartini dan bertepatan dengan ulang tahun salah satu temanku (Tyas), kami berenam (wanita-wanita calon geograf. Amin ^^) melakukan perjalanan ke Embung Nglanggeran. Ayye!

Calon Geografer(amin)
Perjalanan ini dimulai atas dasar ketidakrencanaan sebelumnya. Destinasi awalnya sebenenya adalah pantai. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan, kami memilih mampir di Embung ini setelah bermalam di tempat Tyas. Maka senin pagi, jam 10. Saya (Ana), Dybora, Nurul, Tyas, Upi, dan Resya memulai perjalanan ke tempat tujuan yang dikepala-sukui oleh Tyas (yang akhirnya nyasar). Setelah bertanya sebanyak dua kali akhirnya perjalanan dimulai kembali dan akhirnya kami kembali nyasar (haha, Tyas lagi. Ckckckck…) ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Karena Saya dan Resya yang melihat plang menuju Embung ini, akhirnya Saya yang menjadi pemimpin kawanan selanjutnya.

Embung Nglenggeran ini dibangun untuk mendukung Kebun Buah Nglanggeran. Maka dari itu jangan kaget dan bingung jika kedua tempat ini berada pada kawasan yang sama. Kedua tempat ini masih baru. Diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama Bupati Gunung Kidul tanggal 19 Februari 2013 (gaul.solopos.com). Tepatnya di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Ngalenggeran, dusun Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, D.I Yogyakarta. Jaraknya sekitar 500 meter tenggara dari Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Tenang aja ada petunjuk jalannya. Setelah itu tinggal mengikuti jalan yang ada sekitar 1,5 km.

Embung Langgeran tampak dari foto udara : sumber Ekowisata Gunung Api Nglanggeran

Embung Nglanggeran ini dibangun di sekitar areal seluas hampir satu Hektar, pada ketinggilan 495 mdpl di atas tanah milik Sultan Ground.

Senin, 15 April 2013

Review : Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere Liye

 


“Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan selalu pandai bersyukur.” (hal. 416-417) 







Apakah hidup ini adil?
Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup?
Apakah makna kehilangan?
Apakah cinta itu?
Dan, Apakah kaya adalah segalanya?
Jika kita diberikan lima kesempatan untuk bertanya, apakah yang akan kau tanyakan dalam hidupmu?

Ray (Rehan) juga memiliki lima pertanyaan sendiri di dalam hidupnya. Lima pertanyaan yang tidak pernah ia tahu jawabannya. Tapi kini ia memiliki kesempatan untuk bertanya, satu malaikat langit berwajah menyenangkan itu datang padanya dan memberikan kesempatan itu. Lima pertanyaan. Lima jawaban. Dan dari sinilah perjalanan mengenang masa lalu ini di mulai.
Ray, usianya kini sudah menginjak enam puluh tahun. Seorang tua yang kaya raya itu kini terbaring sekarat di rumah sakit dibawah penanganan lima dokter hebat. Saat itulah sesosok malaikat mendatanginya, memberikan kesempatan ltu. Lima pertanyaan. Lima jawaban.

Dari sinilah, pertanyaan-pertanyaan hidup Ray terjawab.  Mulai dari kenapa ia harus dikirim ke panti asuhan terkutuk itu, apakah hidup ini adil, dll.

Rabu, 10 April 2013

4 Hari, 4 Pelajaran, 1 Curhatan dan Harapan akan Kesadaran

Ni judul aneh amat sih? Kelihatannya penuh pemikirian padahal intinya cuma satu. Curhat. Lama tak bersua dan akhirnya aku memutuskan untuk menulis tulisan ini. Pentingkah? Ye mana gue pikirin, yang penting aku pengen nulis aja.

Pepatah mengatakan bahwa "Kita baru merasa sesuatu/seseorang itu penting saat dia nggak ada di samping kita" tapi jika ada, kadang semua yang ia lakukan bahkan kita nggak menyadarinya. Yang keterlaluan itu siapa sih? Hahaha... lagi-lagi hal ini tergantung pada sudut pandang.

Aku menulis ini karena tersadarkan, cielah... Moga insafnya nggak hanya sehari dua hari. Tapi selamanya.... AMIN! Usut punya usut, cerita punya asal, nah sadar ini juga punya proses nggak langsung turun dari langit. Ceritanya, aku mendadak jadi orang sibuk, bangun pagi tidur malam. Rekor tidur harianku yang bisa nyampe 8 jam kini terpecahkan menjadi 4 jam (yang efektif). Itung-itung sedikit (sekali) pengorbanan jika di bandingkan dengan apa yang di lakukan orang tuaku yang kini liburan. Cie.... Selalu sehat ya Ibu, Ayah... aku menunggumu di sini dengan penuh kesadaran TT.TT

Rasanya begitu aneh bin galau. Rumah yang biasanya ramai ini jadi mendadak sunyi dan terasa luas yang menyiksa. Keheningan yang tak nyaman, padahal biasanya yang paling protes kalau berisik. Namanya manusia itu nggak ada puasnya ya. ckckckck. Biasanya bangun seperlunya, kini harus bagun subuh-subuh untuk menggantikan pekerjaan Ibuku panen Jamur. Mendadak juga merasakan suasana kebun pagi-pagi sendirian, dingin, dan banyak bunyi binatang kebon yang tak sering bikin hati dag dig dug. Itu belum cukup, nyamuk-nyamuk sialan itu pantas di kasih tamparan super HOT. Ya ampun, jika suruh memilih, aku mau minta maaf pada kedua orang tuaku. Ternyata begini rasanya ngurusin rumah. Apa lagi orang-orangnya.

Kakak dan Adik itu wajar ya kalau kadang nggak akur. Nah, aku juga mengalami masa yang wajar dalam hubungan persaudaraan. Kalau deket rasanya pengennya nyari gara-gara aja tapi kalau nggak ada alias pergi kemana mesti rasanya kangen (kangen nyari gara-gara maksudnya). Nah ini juga itu, kebetulan eh ni sodaraku satu-satunya nyari gara-gara ma aku yang tempramental, bikin moodku langsung meluncur dari deretan ular tangga. Huft... tapi yang bikin aku heran dan bertanya-tanya. Aku aja kadang-kadang enek ngadepin sodaraku, terus bagaimana dengan Ayah dan Ibu ya yang harus ngadepin sodaraku dan juga tentunya aku berserta "gara-gara" di antaranya. Yang aku lakukan hanya geleng-geleng kepala sambil meminta ampun. Sekaligus salut. Takut kwalat aja besok. Hahahaha

Ayah Ibu, kaliang memang pahlawan di hidupku kok pokoknya. Jika melihat sekeliling aku jadi mendadak wise gini sih. Hahaha... Pelajaran yang aku dapatkan:
1. Kesabaran itu nggak datang dengan instan layaknya mie rebus
2. Sadar itu muncul karena kemauan, bukan hanya karena keadaan. Kalau kita nggak mau merendahkan ego untuk menyadari diri sendiri, kita nggak bakal sadar sebesar dan sekeras apapun keadaan yang kita hadapi.
3. Sebaiknya kita berusaha selagi semua orang masih mendukung setiap langkah perubahan kita, jangan buat orang-orang yang mempercayaimu meninggalkanmu satu-satu.
4. Kalau orang lain mau berusaha untuk kita, kita harusnya lebih berusaha dari pada mereka, bukannya kita lantas mengandalkan sepenuhny pada mereka. Itu manja namanya.

Benarkan aku jadi wise?
Aku kangen.... 

Kamis, 28 Maret 2013

Review Novel terjemahan Korea; My Princess by Hyun-Kyung Sohn


Cover Novel My Princess
Kau dan Aku telah menghabiskan semenit bersama. Aku takkan melupakan satu menit yang berharga ini. Takkan bisa terhapus. Karena satu menit itu telah menjadi masa lalu. (My Princess;275)

Demam bukuku kumat bulan ini. Akhirnya aku membeli banyak buku (walaupun banyak novelnya juga) dan berujung belum terbaca di rumah TT.TT. Tapi tak apa, buat deposit kerjaan nanti.

Nah kali ini aku mengangkat novelnya Hyun-Kyung Sohn berjudul My Princess. Bagi pengemar drama Korea apa kalian merasa femiliar dengan judul ini? Ehm.... tepat sekali. Novel ini sudah di angkat ke layar kaca, menjadi drama yang populer tahun 2011 dengan judul yang sama. My Princess. 

Jika berbicara antara novel atau drama mana yang lebih bagus, aku kesulitan mejelaskannya. Why? Because keduanya memiliki karakteristik sendiri yang membuat keduanya menarik. Secara garis besar cerita di dalam keduanya sama (jelas lah! !) hanya di dramanya lebih banyak masalahnya karena nggak mungkin kan novel setebal 348 ini jadi skuel drama 16 episode? Tapi, tulisan ini kita fokuskan ke novelnya ya. Ok?

Novel My princess bercerita tentang Goong (kerajaan), namun bukan berarti novel jadul zaman Joseon ya (walau masih ada kaitannya). Nah, ceritanya di sini Lee Seol, seorang yatim piatu yang di besarkan oleh keluarga angkatnya, pekerja paruh waktu di berbagai tempat, dan  juga mahasiswa yang menyukai profesornya di kampusnya, tiba-tiba kejatohan duren. Sebelumnya ia bekerja paruh waktu sebagai Putri kerajaan Korea yang duduk berjam-jam untuk di foto bersama wisatawan, tapi sekarang tiba-tiba ia menjadi Putri sesungguhnya. Dengan ditemuaknnya Seol, seorang kakek pengusaha ternama Grup Daehan yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan di masa lalu berusaha menghidupkan kembali Sistem kerajaan Korea dan berniat memberikan seluruh aset perusahaan ke keluarga kerajaan. Seol pun diboyong ke istana dan mulai belajar menjalankan tugasnya.

Aku sudah bertekad. Aku takkan membiarkan semuanya berjalan sesuai kemauan Kakek.

Benar, di sana ada Hae Young, cucu satu-satunya Grup Daehan. Ia sudah menetapkan hatinya untuk mengagalkan rencana kakeknya tersebut. 20 tahun penderitaannya tanpa ayah dan ibu yang mendampinginya, 20 tahun berlalu dengan perjuangan hingga ia lulus menjadi lulusan diplomat termuda, 20 tahun berlalu tapi usahanya tidak diakui kakeknya, dan sekarang seluruh warisan yang harusnya miliknya akan diberikan kerajaan? Hae Young tak bisa menerimanya.

Lee Seol dan Hae Yong lebih tak menyangka lagi ketika kini Hae Yong berdiri dihadapan Lee Seol sebagai guru yang mengajari Seol tentang kewajibannya sebagai Putri. Dulu saat Seol masih menjadi rakyat biasa, Hae Yong adalah laki-laki yang berkali-kali terlibat masalah dengannya. Kini kehidupan Seol menjadi lebih sulit ketika ia harus berhadapan lagi dengan Hae Yong yang berniat tidak akan membiarkan  Seol menjadi Putri Korea.

Seperti pepatah, bahwa benci dan cinta itu seperti titik nol derajat dan 360 derajat. Perbedaanya sangat besar tapi pemisahnya bahkan tak dapat terlihat. Begitu pula Seol dan Hae Young. Perlahan-lahan semakin mereka berdua bertengkar, semakin mereka berdua terlibat masalah, semakin mereka saling membenci dan mencela, semakin bersadar satu sama lain, semakin besar cinta di antara mereka. Tapi, kembali titik 0 untuk ke 360 derajat memiliki jarak yang tak mudah. Posisi keduanya seolah tidak mengizinkan rasa itu muncul di antara mereka berdua. Politik, kekuasaan, ketamakan, juga keberadaan seseorang di antara mereka berdua. Apa Hae Young akan tatap tidak membiarkan Seol menjadi putri atau menyerahkan hatinya pada Seol serta membuat dirinya sendiri kehilangan segalanya?

Novel ini membicarakan tentang cinta, cinta seorang Kakek pada sejarah  negaranya yang diwujudkan dengan memberikan segala yang ia miliki sebagai wujud penyesalannya pada raja terdahulu. Cinta di antara keluarga angkat Seol yang tulus tanpa pamrih. Kecintaan Hae Young pada keluarganya yang  tak berbalas hingga ia menjadi haus cinta dan kehangatan sebuah keluarga. Cinta antara Seol dan Hae Young yang tak bisa di hindari, serta ketulusan cinta yang bisa saling memaafkan. Memberikan kita banyak pengertian tentang cinta. Hehehe...

Novel My Princess ini termasuk ke kategori komedi romantis. Banyak sekali kejadian yang bikin kita tertawa. Hehehe... lumayanlah, bacaan yang bisa direkomendasikan untuk remaja atau juga dewasa. Ah iya, novel ini diterbitkan oleh Penerbit Qanita PT Mizan Pustaka dan pertama kali diterbitkan  Februari 2012. Oke dah, begitu saja, selamat membaca!     

Sabtu, 09 Maret 2013

Review Novel : Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela



Dari mana tulisan ini aku kumulai?

     Ah, akhirnya aku membacanya setelah bertahun-tahun buku itu hanya kulirik di antara rak-rak buku di toko buku. Walau buku ini tak menjadi penghuni lokerku dirumah, tapi biarlah ia mengisi loker buku di“rumahku” ini.
     Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela adalah cerita yang di tulis berdasarkan cerita nyata. Buku ini  merupakan karya asli yang ditulis oleh Totto-chan sendiri, ia bernama asli Tetsuko Kuroyanagi. Diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia oleh PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2008 dengan tebal halaman 272 halaman. Buku ini termasuk salah satu buku yang memiliki nilai jual tinggi dan sudah di terjemahkan ke dalam beberapa bahasa.
      Buku ini menceritakan masa kecil Totto-chan yang menurut guru di sekolahnya sebelumnya sangatlah nakal. Karena rasa ingin tahunya yang tinggi, Totto-chan selalu melakukan hal-hal yang dianggap aneh seperti berdiri di jendela saat pelajaran di mulai. Guru itu akhirnya tak sanggup lagi menghadapi Totto-chan hingga akhirnya ia dikeluarkan dari sekolahnya.

Rabu, 06 Maret 2013

4 Ways to Get a Wife Novel by Hyun Go Wun

Lagi, lagi, dan lagi ada novel Korea yang kini menjadi penghuni loker bukuku lagi, selamat datang menjadi keluarga baru kami (teriak yang lain). 4 Ways to Get a Wife! Nah Novel ini ditulis oleh seorang penulis K-Drama terkenal Korea dengan judul Creating Destiny, Hyun Go Wun. Novel yang diterbitkan oleh Penerbit Haru ini memiliki tebal 356 halaman dan baru diterbitkan bulan Desember tahun 2012.

Seperti apa sih ceritanya? Check this out yuk!
Jung Won merasa dunia ini sudah benar-benar gila ketika ia melihat sebuah iklan di koran itu. bagaimana bisa ada aorang yang mencari seorang istri kontrak. Ia benar-benar tak mengerti mengapa orang ini mencari seorang pendamping dengan cara seperti ini, menggunakan pernikahan yang suci dan sakral itu menjadi sebuah permainan. Tapi, yang lebih membuatnya tidak percaya bahwa kandidat yang lolos dari seleksi itu tak lain dan tak bukan adalah adiknya sendiri. Jung Won memutuskan untuk menghalangi adiknya itu dari orang berbahaya dan tidak berperasaan itu. apapun caranya!

Tapi tunggu dulu,  ada yang salah sejak awal! Kenapa laki-laki itu kini justru sedang ada di hadapannya saat ini dan memintanya untuk menjadi istri kontraknya? Lalu siapa wanita yang kabur dari pernikahannya hanya karena lelaki ini? Kalau mereka saling mencintai kenapa mereka sampai harus berpisah seperti ini? Jung Won benar-benar tak mengerti dengan semua ini, yang ia tau kini ia diam-diam mulai menganggap lelaki yang memasang iklan di koran itu sebagi “keluarga” yang tak mungkin ia “telantarkan” begitu saja. Tapi apa lagi ini? Katanya aku adalah adiknya? Salah satu anggota keluarga konglomerat menyebalkan itu? Jantungku berdegup kencang, aku tak sanggup untuk menganggapnya sebagai kakakku!

Benar-benar novel yang menarik, sosok Jung Won benar-benar menginspirasi. Aku nggak tau antara ia itu bodoh, baik hati, polos atau terlalu tulus. Tapi yang membuatku salut, ia adalah orang yang begitu menghargai dan menyayangi keluarganya serta selalu berfikiran positif.

Novel ini bagus, tapi untuk golongan dewasa! Hehehe.... ^^
Itu dia caraku bikin kalian pada penasaran. Hehehehe....

Happy Reading!

Sabtu, 02 Maret 2013

CERPEN : SEHARI UNTUK SELAMNYA

Oke… hari yang sungguh sangat melelahkan setelah seharian ini aku memulai hari-hari yang panjang dengan kembali ke bangku sekolah baruku. SMA, tidak bisa dipercaya bahwa kini aku sudah berada di jenjang yang begitu sangat diimpikan bagi semua anak SMP. Sudah tiga bulan berlalu semenjak hari MOS yang membuat siapa saja seangkatan denganku bergidik mengingatnya.

Terlentang dengan sempurna sudah tubuhku di atas kasur berukuran 100×200 cm itu. Sempat pula kupandang jam dinding yang menunjukkan jam 3 sore dan HP yang membisu terdiam seribu bahasa. Kuhirup nafas dalam-dalam lalu kuhembuskan kembali dengan penuh penghayatan pula. Kembali kutengok HP itu sebelum aku beranjak untuk menganti baju seragam yang kini sudah tak lagi rapi seperti tadi pagi, tapi begitu kusut dan terlihat acak-acakan. Tapi, keadaannya tak begitu berbeda jauh dari semula hanya saja sedikit perubahan pada batrai yang semakin lama kian berwarna merah.

Dengan malas aku berjalan ke kamar mandi sambil menenteng celana jins dan kaos hitam kesayanganku. Sungguh nyaman air dingin yang melimpah ruah di kamar mandi. Sejuk, segar, dan menentramkan hati. Oh… ingin rasanya aku mandi dan benar juga. Keinginanku mengalahkan rasa malasku dan tara… aku tersenyum sambil menghembuskan nafas dari mulutku untuk menghangatkan tubuhku.

CERITA MINI : UNDER THE SAME SKY



Cerita mini yang kemarin sempet dilombakan... tapi nggak lolos... kadi share di sini saja dah buat isi blog. cerita ini disebut mini karena memang sangat singkat.... check this out!

“Yee!” teriakan dari pinggir lapangan terdengar riuh saat bola basket yang kulemparkan masuk ke dalam ring dengan nilai tembak tiga poin. Menutup pertandingan classmeeting sore itu dengan kemenangan untuk kelasku, IXC.

Aku masih tersenyum menatap ring basket sambil mengusap keringatku saat seseorang berlari memelukku. “Kau hebat, Ri! Tak salah aku mengajarimu!” ia lantas melonjak-lonjak menumpahkan kegembiraanya. Aku hanya menatapnya sambil tersenyum malu. Wajah tampannya terlihat bahagia karena aku.

“Minum ini!” ia menyerahkan sebotol air mineral dingin.

“Thanks, Frans...” ia hanya tersenyum lalu mengacak rambutku sebelum pergi. Aku hanya menatapnya diam-diam sampai ia menghilang.

“Heh kau! Reri!” belum sempat aku menoleh, air mineral yang aku minum tumpah membasahi baju basketku saat orang itu menyambar tanganku kasar.

“Apa-apaan sih?”

“Heh,  ngaca lo! Jangan kege-eran jadi orang!” Lulu mendorong kepalaku dengan telunjuknya, “Frans itu milik gue! Jangan deket-deket!” aku memilih diam menghadapinya, menghindari masalah.

“Ri...!” suara Frans sontak membubarkan Lulu dan teman-temannya. Aku tersenyum menatapnya, kau seperti pangeran yang selalu datang tepat waktu.

“Apa lagi sih?”

“Nih...” Frans kembali mengulurkan air mineral lalu duduk di bawah ring, “sini...” aku tak berkata apapun dan duduk di sampingnya. Kami hanya terdiam bersama sambil menatap langit senja. Indah, sama indahnya seperti perasaanku saat ini jika bersamamu...

HARU dan AKU : Layaknya Sebuah Penerang dalam Kegelapan, Petunjuk dari Ketidaktahuan

Kalau dipikir-pikir yang bisa aku lakukan hanya terimakasih, gomawo, kamsahamnida buat Penerbit Haru. Seperti judulnya, begitulah Penerbit Haru buatku. Why? Ini bukan sekedar bagus-bagusin Haru lo, tapi memang karena aku awalnya kesusahan dalam mencari referensi novel-novel terjemahan dari Korea. Cari sana kemari, bolak balik toko buku, dan juga internetan berjam-jam (sesi curhat). Baru pertama kali tau tentang Penerbit Haru aja habis baca novel My Boyfriend Wedding Dress-nya Kim Eun Jeong, dan setelah itulah seolah-olah aku menemukan “penerang” dan “petunjuk” tentang bebagai novel lainnya seperti So I Married the Anti-Fan, dsb. Dengan adanya novel-novel terjemahan ini tentunya akan semakin menambah pembendaharaan dari segi gaya bahasa. Kita bisa tahu bagaimana gaya bahasa yang dimiliki oleh negeri gingseng itu. So secara keseluruan, penerbit haru is the best-lah karena uda up to date dengan trend K-Pop hingga mau bersusah-susah ria ngurus izinnya hinggal novel ini bisa jadi koleksi pencinta novel di Indonesia. Terimakasih.... ^.^

Aku juga ingin mengomentari novel-novelnya Haru (yang uda aku baca). Kalau yang My Boyfriend’s Wedding Dress itu dah bagus. Dari segi cover aku suka sekali desain cover-covernya novel Haru. Sederhana tapi unik dan itu sangat menarik perhatian di antara toko buku loh. Kertasnya juga lumayan, tapi pas baca yang So, I Married the Anti-fan aku agak kecewa dengan kertasnya (aku nggak tahu jenis kertasnya apa, yang jelas... yang aku baca itu burem nggak putih atau rada kuning), beda sekali dengan novel yang sebelumnya, dengan catatan aku nggak tau itu asli atau bukan karena belinya juga tempatnya sama dengan yang lainnya. Kemarin sempet ngintip yang Cheeky Romance sih tapi mau beli, urung dulu deh tulisannya kecil-kecil terus ganti yang 4 Ways to Get a Wife. Maaf.... Nah, maka dari itu tolong deh supaya dalam penampilan isinya lebih oke dan enak dibaca. Iya, kalau boleh saran, itu di cover buku di kasih genre untuk remaja, dewasa atau semua umur. Walau aku udah cukup usia kemarin rada kaget baca yang 4 Ways to Get Wife, kasihan buat yang belum cukup umur. Footnote-nya benar-benar membantu orang yang awam dengan bahasa Korea. Moga kedepannya lebih banyak biar sekaligus nambah pengetahuan yang baca.

Oh iya, promosi. Aku baru tahu kalau Penerbit Haru ngeksisnya di facebook baru buka beberapa hari yang lalu. kalau twitter juga masih baru aku dapetnya. Entah apa yang yang salah aku nggak tahu, habis baca My Boyfriend’s Wedding Dress kan ngetik Penerbit Haru di google, tapi kok nggak ada hasil halaman web yang sekarang ya? Aku benar-benar baru tahu belum lama ini dan hasilnya adalah tulisan ini. Mungkin dari segi promosi yang perlu ditingkatkan hingga orang-orang yang tadi awam benar-benar dapet pencerahan.

Kebanyakan buku-buku dari Haru stoknya terbatas, di beberapa toko buku lokal sulit di cari bahkan nggak ada. Perlu bolak-balik dan ngeliat cabang yang lainnya, karena aku lebih suka nyari dari pada Pre-order masalahnya aku tinggal di desa mesti lama yang otomatis itu lama. Jadinya  aku memilih pergi ke kota buat nyari buku. Adanya cuma di toko-toko skala nasional (seperti yang admin kemarin sebutin di twitter, nggak mau nyebut mana) yang notabene jarang ngasih diskonan. Maklum masih anak kuliahan yang kudu menuhin ayam dulu biar bisa beli. Jadi, nggak ada salahnya jika pihak Haru bisa masukkin novel-novelnya ke toko-toko lainnya yang banyak pengunjung dari berbagai golongan. Novel-novenya bener-bener menarik kok, berbeda dan mirip sekali alurnya dengan drama korea yang uda di tonton, jadi perluasan pasar itu perlu. Mengingat novel-novel yang aku sebutkan sebelumnya itu sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan jauh dari pemiliknya karena terus berpindah tangan. Nah, itu membuktikan bahwa peminatnya memang banyak.

Jika berbicara tentang harapan, semoga kedepannya semakin banyak novel dari Korea atau negara lainnya yang masuk ke Indonesia.  Tapi, tidak berarti penulis dan pengarang dari Indonesia karyanya menjadi terabaikan dan tetap menjadi koleksi dari Penerbit Haru. Juga semakin gede aja pasarnya hingga sampai ke pelosok-pelosok nusantara. Karyanya memberikan inspirasi, hiburan dan juga semangat buat anak-anak muda untuk terus berkarya bersama Penerbit Haru. Amin...