Sabtu, 31 Agustus 2019

The History Museum of Java; Jendela Mengenal Bumi Nusantara

"Pecahan sejarah itu tersebar lepas di seluruh penjuru dunia. Jejak-jejaknya sangat samar dan memiliki arti yang beragam. Kadang kita tidak menyadari bahwa dari serpihan kecil kehidupan itu akan membuka pintu sebuah peradaban baru yang lebih menawan, melawan fakta dan kenyataan yang selama ini kita pegang."
AIANA, 26 Agustus 2019 
View malam hari, saya tahu kalau saya foto itu jadinya backlight ya.

Sudah pukul 16.00 WIB. Saya juga sempat meragu apakah perjalanan saya kali ini akan berbuah dengan cerita manis yang bermanfaat atau tidak. Akhirnya keraguan itu kami pangkas dengan selangkah keyakinan yang membawa kami membelah Kota Jogja. Dari Kabupaten Sleman ke Kabupaten Bantul. Tujuan saya adalah The History Museum of Java yang ada Jl. Parangtritis Km 5.5 ( Pyramid Cafe) Tarudan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 



Satu jam kemudian, tepat pukul lima, saat pintu tiket akan ditutup, kami berhasil mendapatkan tiket masuk ke museum dengan estimasi perjalanan selama satu jam. Saya pikir mungkin cukup lah ya. Setidaknya mengobati rasa ingin tahu saya untuk masuk ke museum ini. Tiket masuk yang saya beli senilai Rp 30.000,- (awalnya ingin jadi koleksi namun nantinya kandas karena diminta petugas). Tiket yang termasuk mahal untuk museum yang ada di Jogja, untuk internasional senilai Rp 50.000,-.. Mungkin nomor dua setelah Museum Ullen Sentalu? Entahlah. Saya hanya berharap nilai itu worth dengan apa yang akan saya dapatkan.


Suasana Ruang Koleksi yang bersih, ehm sepertinya saya foto disini tapi kok tidak ada ya. hehe

Jumat, 23 Agustus 2019

Museum Sejarah Purbakala Pleret; Menapaki Jejak Mataram Islam Era Susuhunan Amangkurat I


“Saya berdiri di antara dunia fantasi. Bukan lapis surau atau rumah masa kini, tapi istana Mataram Islam yang megah dulu gagah berdiri. Kepala saya mendongak menatap langit, melihat kesombogan sang tirani. Tapi kaki saya perih, meniti puing-puing kemegahan yang dibangun dengan hati yang telah mati.”
AIANA

Rupa Museum Sejarah Purbakala Pleret, hihihi. nggak kelihatan padahal

Hai hai hai...
Apakah prolognya terlalu menyedihkan?
Tapi itulah yang pertama kali saya ingat ketika mendengar Pleret, Kedaton Pleret. Mungkin belum banyak teman-teman yang tahu tentang satu fakta ini. Selain Kota Gede, ada salah satu keraton lagi yang sebenarnya pernah ada di Jogja. Yaitu Keraton/Kedaton Pleret,  lokasinya berada di wilayah Pleret, Imogiri, Bantul.  Lalu ada di mana tepatnya? Hmm, sayangnya kita tidak dapat melihat bangunan kraton di lokasinya saat ini, namun semua bukti itu mengintip kita dari di dalam tanah, menunggu untuk ditemukan. Menunggu untuk berbicara tentang cerita-cerita besarnya.

Peta Kuno Keraton Pleret
Istana ini merupakan istanah ke-tiga, sebelumnya Kota Gede, Kerta, lalu berpindahlah ke Pleret. Istana ini yang digunakan oleh Susuhunan Amangkurat I mulai tahun 1647. Amangkurat I ini terkenal dengan sifatnya yang zalim.  Susuhunan ini memiliki banyak sekali catatan kelam baik dari peristiwa eksekusi ulama, terbunuhnya adiknya sendiri yaitu Pangeran Alit, pembunuhan atas mertuanya yaitu Pangeran Pekik, dan usaha pembunuhan lain-lainnya bahkan anaknya sendiri. Masa pemerintahan Amangkurat I (1646-1677) juga penuh dengan pemberontakan dari berbagai kalangan hingga pembrontakan yang terakhir dari Raden Trunajaya (menantu Panembahan Rama alias Raden Kajoran) dari Madura yang menyebakan kerajaan ini mengalami kehancurannya dan setelah itu hancur (sengaja dihancukan) oleh Belanda pada saat Perang Jawa agar tidak digunakan oleh Pangeran Diponergoro. Jadi, saat kita datang ke Pleret, kita tidak akan menemukan bangunan istana megah itu lagi.

Museum Sejarah Purbakala Pleret dibangun di jantung wilayah Pleret, bisa diakses melalui jalan Imogiri Timur kemudian masuk ke kiri ke arah Wonokromo kurang lebih 1KM. Museum ini dibuka tahun 2014 dengan urgensi utamanya adalah untuk dijadikan wadah informasi edukasi tentang Situs Pleret ataupun berbagai sejarah yang ditemukan di sekitarnya. Museum Pleret di buka setiap hari dari 08.00-15.30 kecuali Jumat 08.00-14.30. Museum hanya libur ketika Hari Libur Nasional.