Minggu, 08 Maret 2015

Rebranding Yogyakarta; Jogja Istimewa



Jogja "Never Ending Asia" kini tutup usia setelah tanggal 7 Maret 2015 kemarin logo dan tagline Yogyakarta berubah menjadi Jogja "istimewa". Acara launcing branding ini mengangkat tema "Jogja Gumegrah"

Logo Jogja Istimewa ini menyongsong Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta. Huah, cocok banget kan ya? Yogyakarta Istimewa...! Logo resmi yang di launching
kemarin adalah warna merah dipadukan dengan warna putih. Merahnya ini diambil dari lambang keraton yogyakarta loh. Filosofi dari logo ini juga tak kalah keren. Baca aja presentasi tentang rebranding Jogja yang di post oleh Pemda DIY ini ----> Branding Jogja Istimewa

Filosofi yang diangkat adalah kumpulan dari keseluruhan aspek yang ada di Yogyakarta. Tidak hanya secara luar/fisiknya saja namun berbagai nilai dan norma juga dijadikan hal yang mendasari dibuatnya tagline dan logo tersebut. 
Logo yang mengikuti logo Jogja Istimewa
Perubahan logo dan tagline ini harus dimaknai secara postif baik oleh masyarakat dalam maupun luar Jogja. Menurut saya sih Barding Jogja Istimewa ini adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan aspek-aspek penting kebudayaan di Yogyakarta. Menanamkan kembali makna dan nilai yang ada di masyarakat Yogyakarta, dan sebagai simbolisasi keberagaman budaya. Masyarakat diajak kembali memahami "unggah-ungguh" dan warisan budaya maupun norma yang ada di Yogyakarta mengingat besarnya arus globalisasi yang melanda Indonesia.

Saya pikir masyarakat atusias dengan hal ini baik dari segi estetis dan praktis. Perubahan logo ini akan memberikan nilai positif dalam aspek kehidupan masyarakat. Setidaknya masyarakat tau apa yang Jogja miliki eh apa yang mereka miliki di Jogja yang tidak dimiliki provinsi lain di Indonesia. Dengan rasa memiliki itulah maka diharapkan adalah munculnya rasa peduli, simpati, empati dan mencintai budaya, manusia, dan alam/bumi Ngayogjakarta.
Launcing branding ini dilaksanakan di sekitaran Jl Malioboro dan Keraton Yogyakarta dengan dimeriahkan oleh arak-arakan/parade budaya sepanjang Jl Malioboro dari desa-desa budaya yang ada di Yogyakarta, pidato Sri Sultan Hamengkubuwana X, dan hiburan lainnya. Walau hujannya sangat deras dan awetnya minta ampun, tapi antusiasme dari ribuan masyarakat Yogyakarta tumpah ruah di sini. Macet, rame, guyup dan tentunya gumegrah.
Photo By Edukator Museum Puspita


Photo by Edukator Museum Puspita

Bagaimana? Berminat ke Jogja? Lets check it by yourselft! 
and....
Welcome to Yogyakarta,
Yogyakarta Istimewa, Jogja Istimewa
Negeri dan orang-orangnya!

1 komentar: