Jumat, 11 November 2016

Firegate: Piramida Gunung Padang by Rizki Ridyasmara; Another Fiction I Think...

"Ya, sejauh apapun saya pergi, berapa banyak bahasa yang saya pelajari, dan berapapun budaya yang saya tahu, saya tetap Indonesia"
_aiana_
 

Firegate: Piramida Gunung Padang
by Rizki Ridyasmara
Gramedia Widiasarana Indonesia 
Agustus 2016 
274 halaman
ISBN
9786023756162

Piramida Gunung Padang adalah piramida tertua di dunia. Usianya dua kali lipat lebih dahulu ada dibanding Piramida Giza di Mesir. Hasil uji laboratorium Beta-Analytic di Miami, AS, sebuah laboratorium rujukan utama arkeolog dunia, membuktikan hal itu. Walau masih diselimuti kabut misteri yang pekat, piramida yang berada di tanah Pasundan ini perlahan mulai membuka diri.
Proyek eskavasi yang digagas pemerintah, tragedi demi tragedi yang terjadi, akhirnya mempertemukan Doktor Arni (arkeolog senior yang rasionalis), Tomo (jurnalis investigatif yang skeptik), dan Guntur (paranormal kondang murah senyum) untuk bersatu melawan kekuatan gelap yang tersimpan di dalam perut
piramida yang ada di Cianjur, Jawa Barat ini.
Apa sesungguhnya yang tersimpan di dalam perut piramida tertua di dunia ini? Benarkah Piramid Gunung Padang merupakan penjara bagi Dajjal, raja iblis, yang akan muncul di akhir zaman? Benarkah akhir dunia akan berawal dari Nusantara, sebagaimana peradaban umat manusia yang memang berasal dari tanah ini?

Firegate ini memunculkan tokoh-tokoh baru tidak seperti dua novel sebelumnya, Sukuh dan Jacatra Screat. Dari semua tokoh yang muncul hanya tiga yang menjadi tokoh utama dalam novel ini. Selebihnya kandas di telan waktu. hehehe.

Novel ini menceritakan salah satu situs megalit yang ada di Gunung Padang. Seperti novel-novel sebelumnya, fakta yang diungkapkan hanya sebatas sejarah nusantara, piramida, dan beberapa kelompok persaudaran. Saya pribadi merasa ada penurunan pengungkapan fakta ataupun kisah-kisah nusantara. Sebelumnya, begitu banyak sekali hal yang saya googling dan saya tandai, tapi di novel ini hanya dua bagian yang saya beri tanda. Selebihnya saya abaikan karena sama seperti novel sebelumnya. Mungkin karena reverensi ke situs ini masih sangat minim dan juga pengaruh dramatis dari film. Hal ini mengingat buku ini "based of screenwriter" jadi saya sedikit terkejut melihat adanya drama klenik dan jin di sini. Bagi saya yang takut horor, saya merasa terteror oleh kekuatan mistis. hahaha. Jadi mikir-mikir kalau mau main ke Situs Padang

Saya merasaaaaa.....
Sedikit bosan.
Ini sudah novel ketiga dari Rizki yang saya baca dan saya merasakan kebosanan pada pengulangan kalimat seperti,
"Sejarah Indonesia harus ditulisan"
"Fakta-fakta seperti ini tidak ada di buku-buku pelajaran"
Hampir kalimat-kalimat serupa terulang lebih dari satu kali dan di ketiga bukunya. Memang menekankan pada kita untuk lebih kritis lagi, tapi terasa membosankan saja bagi saya.
Thats all!
Lihat film-nya saja ini seru kayaknya. hahaha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar