Senin, 24 Juni 2013

Review Novel Skuel Negeri Para Bedebah: Negeri Di Ujung Tanduk, Tere Liye

Cover Negeri Di Ujung Tanduk
“Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan. Ini negeri di ujung tanduk, Thomas” (hal. 116)

Kalian sudah membaca Novel sebelumnya? Negeri Para Bedebah?
Negeri di Ujung Tanduk ini adalah novel lanjutan dari novel tersebut. Thomas (Tommi) pemuda yang cerdas, berpendidikan dan memiliki pendirian kuat itu masih berjuang diluar sana. Bertarung layaknya petarung sejati yang tak akan mundur walau nyawa taruhan utamanya.

Thomas kini membuka cabang baru di perusahaan konsultannya. Konsultan politik. Akhirnya Thomas masuk ke dunia politik yang selama ini ia benci. Benci? Sebenarnya ia tidak membencinya, Thomas adalah sosok yang memilih untuk membenci diri sendiri karena ia tak bisa melakukan apapun untuk merubah negeri ini. Negeri para bedebah yang menjadi sumber kehidupan kelamnya. Negeri yang membuatnya harus berdiri tegak di atas abu orang tuanya.Thomas memang pendendam  sejati yang bertekad akan berperang dan memilih tidak takut dengan apapun.

Cerita dimulai dari pertemuan Thomas dengan JD, mantan gubernur yang memiliki reputasi cemerlang dalam karir pemerintahan negeri bedebah ini. Pertemuan yang mengesankan itu membuat Thomas bertekat untuk menjadikaanya sebagai pionir paling tinggi di negeri ini. Menjadikan JD sebagai presiden yang memiliki motivasi paling bersih. Semua berjalan lancar, JD adalah calon terkuat presiden yang akan mengubah seluruh negeri. 
Akan tetapi, reputasi bersih JD menjadi batu sandungan bagi banyak pihak yang memliki kepentingan lain. Mafia hukum, begitulah Thomas menyebutnya. Mafia-mafia yang membakar kedua orang tua Thomas, mafia yang mengancurkan Bank Semesta milik Om Liem, mafia yang mendalangi semua kasus korup besar, dan mafia itu pula yang duduk nyaman di atas kursi-kursi kekuasaan tertinggi di negeri ini. Mafia Hukum tersebut melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan JD. Dimulai dengan penangkapan Thomas di Hongkong oleh Polisi Anti-teror Hongkong, tuduhan korupsi JD, penangkapan Thomas di Jakarta dan penculikan Om Liem yang menjadi saksi mahkota dari kejahatan mafia hukum tersebut.

Jalan yang di tempuh Thomas sangatlah berbahaya, melibatkan nyawanya dan juga nyawa orang-orang di sekelilingnya. Tapi Thomas adalah pemuda yang memliki hati yang kuat, ia tak akan menyerah begitu saja atas semua kejadian yang tak pernah ia bayangkan sekalipun. Di mana ada kemuan di sana ada jalan yang meski muncul disaat-saat terakhir. Banyak siklus kehidupan yang tidak ia ketahui kapan dan di mana perputarannya. Akan tetapi jalan suci itu tak akan pernah tertutup.

Banyak pelajaran yang dapat diambli dari novel ini. Memberikan pembacanya harapan untuk terus berjuang dijalan masing-masing demi sebuah kehormatan.Novel Negeri Di Ujung Tanduk adalah novel kedua Tere-Liye yang bertemakan politik. Novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama dengan tebal 360 halaman.

Thomas sudah memutuskan turun untuk bertarung, maka ia tidak akan mundur selangkah pun, karena seorang petarung sejati tidak akan memilih jalan suci, meski habis darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir demi membela kehormatan.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar