Minggu, 16 Agustus 2015

Eksplorasi Perbukitan Menoreh Part 1; Gerojokan Sewunya Kulon Progo

Air Terjun Gerojokan Sewu
Tulisan ini adalah part 1 dari eksplorasi perbukitan menoreh, terus pertanyaannya ada berapa part? Saya juga tidak tahu mengingat banyaknya tempat yang masih banyak dan perlu di eksplore lagi. Jadi anggap saja bahwa ini adalah titik startnya (tulisan ini dan perjalanan saya nantinya). Hehe.

Perbukitan menoreh bagaikan berlian yang belum terungkap! Banyak sekali tempat wisata di kawasan ini yang masih belum dikembangkan dalam segi pariwisata. Baru beberapa yang sudah tergarap dengan baik, namun sisanya masih berupa mitos yang pelan-pelan terungkap keberadaan melalui jejak-jejak penjelajah waktu. Cieh bahasanya! Dah cocok jadi pendamping petualangannya Doraemon nih.


Gerojokan Sewu adalah salah satu nama curuk atau air terjun yang ada di perbukitan menoreh. Kenapa Gerojokan Sewu? Ya karena banyak sekali air yang mengalir dari atas ke bawah di gerojokan ini. Ups, airnya maksudnya membentuk tingkatan dan pancuran yang banyak ketika musim hujan. Ingat ini perlu digaris bawahi yang tebal jika kalian ingin melihat gerojokan yang katanya jumlahnya seribu ini karena pada musim kemarau debit air di perbukitan menoreh akan sangat menurun. Saya ingat pada waktu saya ke sana pada puncak musim kemarau, dan debit airnya sangat sedikit bahkan Air Terjun Setawing yang letaknya tidak jauh dari sini mati total pada musim kemarau. Saya hanya garuk-garuk kepala saja ketika melihat tulisan "maaf air mati total". Sebenarnya sebelum berangkat saya sudah menimbang dan menduga kemungkinan ini, tapi tetap saja ngeyel sehingga hasilnya sesuai dengan perkiraan awal bahwa airnya mati. haha

Akses! Berbicara tentang akses, Air Terjun Geojokan Sewu berada di Desa Tanjungsari Kulonprogo. Rute yang di tempuh jika dari kota adalah luruuuus ke barat di Jalan Godean, naik ke wilayah perbukitan menoreh menuju Goa Kiskendo dan tralalala, sebelum kalian sampai ke goa ini di pinggiran jalan sudah ada banyak plang penunjuk arah ke Grojokan sewu. Kalian tinggal belok kiri dan mengikuti petunjuk yang sudah ada. Jangan kaget dengan jalannya karena gerojokan ini berada ditengah-tengah dusun sehingga jalannya masih belum beraspal halus dan beberapa masih cor-coran semen. Tapi jangan khawatir, masih tetap terjangkau dengan berbagai jenis kendaraan kok. Setalah ngetrack brumbrum menambah pencemaran suara di jalanan yang sepi tanpa penghuni sampailah kalian di sana!

Ngeksis
Air terjun Gerjokan Sewu yang tepatnya ada di Desa Beteng, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta ini masih di kelola oleh masyarakat sekitar. Tiket yang perlu kami bayar waktu itu masih Rp 3000,00 (2015) dan tentunya parkir. Setelah kendaraan terparkair kami mulai menelusuri jalan setapak menuju air terjun. Jalan setapak ini melalui perkebunan warga, kanan kirinya terdapat berbagai pohon buah maupun pohon yang diambil bijinya. Jalananya bersih, banyak tempat sampah yang sengaja di sediakan agar pengujung tidak membuang sampah sembarangan. Sebelum sampai ke air terjun kita akan sampai terlebih dahulu ke lahan yang cukup lapang di mana fasilitas seperti toilet, tempat ganti baju (jika nyebur dan basah), beberapa tempat duduk dari bambu dan juga tempat orang berjualan sampai gardu padang. Di sini sepertinya juga bisa digunakan untuk camping ground melihat kondisi medannya yang cukup memadahi. Nah dari sinilah kami diberi kebebasan untuk memilih jalur turun ke air terjun.

Air terjunnya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar beberapa meter, namun yang unik adalah teras dari dasar sungai yang membuat air terjun seolah-olah seperti tangga bertingkat, jatuh menimpa yang lainnya. Aah andai saja kalau ke sini pas musim hujan. Pasti debit airnya sempurna. Hiks. Saya yang rada kecewa waktu itu justru menemukan kesenangan mengamati perlapisan batuan di pinggiran sungai. Maklum akhir-akhir ini saya berkutat dengan bebatuan sehingga kalau melihat batu serasa ingin mengamati. haha, lagaknya kayak anak geologi. 

Saya cukup lama berada di air terjun. Tidak bermain airnya tapi mencari angle foto yang bagus. Hahah. Saya ke sana tujuannya tidak nyebur tapi nyari foto. Karena sangat sepi di sana saya cuma ngeliatin anak-anak kecil yang main air loncat sana sini tanpa kekhawatiran. Saya jadi ingat sendiri ketika kecil juga loncat terjun dan berenang di sungai tanpa takut kebawa arus atau kepentok batu. Tapi sekarang malah penuh dengan kekhawatiran. Saya jadi menyadari bahwa saya sudah cukup (ber)umur. Haha
Keceriaan anak-anak saat mandi di kali
Begitulah, air terjun Gerjokan sewu adalah salah satu air terjun yang menurut saya pengeleloaannya sudah cukup baik. Akses, fasilitas, kebersihan juga bagus sehingga berkunjung ke sini tidaklah rugi. oh iya sepertinya yang pengen camping bisa dah ngecamp di sini, saya bisa beranggapan seperti itu karena ada lahan yang cukup luas untuk camp. hehe, tanya sendiri deh ke pengelolanya.

Liburan itu tidak harus jauh, justru yang dekat ini yang belum terungkap dan berharga. Bak gajah di pelupuk mata tak nampak semut di ujung lautan nampak.

Oke happy holiday!

See you soon!

yang seneng nyasar tinggal dua orang, yang lain pada sibuk TT.TT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar