Sabtu, 28 November 2015

Review Opi Dumpey Nest, Twinade & Disgusting Best Friend by Leonita Easter Patricia; Opi yang Malang?

Opi-Dumpey-Nest, Twinade & Disgusting Best Friend; Kamar Rahasia, Kembaran Jahat & Sahabat Nyebelin 


Pengarang : Leonita Easter Patricia
Penerbit    : KataKita
Tahun       : 2007
Genre       : Teenlit
Tebal        : 220 Halaman
ISBN          : 979-3778-42-3





"Tidak semua orang suka terlahir kembar. Opi salah satunya. Nini, saudar kembar Opi, lebih cantik, populer, dan disukai cowok-cowok di sekolahnya. Bahkan cowok ganteng gebetan Opi pun naksir Nini. Di rumah Papi dan Mami selalu pro Nini tanpa peduli bahwa seringkali Ninilah yang sengaja bertingkah menyebalkan. Dibantu Harrold, temannya yang sok dewasa dan bermulut tajam, Opi berjuang agar bisa hidup harmonis dengan saudara kembar dan keluarganya."

Setidaknya itulah yang ada di pikiran Opi saat ini tentang hidupnya. Opi Dumpey Nest, Twinade & Disgusting Best Friend adalah sepenggal cerita dari Opi tentang kehidupannya. Awalnya kehidupan Opi bahagia baik dengan keluarga maupun kehidupan sosialnya, namun semenjak Opi tumbuh menjadi remaja, sepertinya tidak ada hal lagi yang menyenangkan lagi di hidupnya. Setiap orang paling benci jika dibanding-bandingkan dengan orang lain kan? Ini Opi selalu di bandingkan dengan kembarannya Nini yang selalu menjadi putri di rumahnya dan juga di sekolahannya. Opi makin geram ketika diskriminasi itu semakin menjadi-jadi dan ditambah lagi orang yang ditaksirnya setengah mati jadian dengan Nini. Makin malang saja sepertinya nasip Opi.

Tapi, jangan salah dulu, cerita Opi harus dibaca sampai akhir! Ini karena novel ini ditulis dengan sudut padang orang pertama. Sangat subjektif! Opi juga begitu, sangat subjektif dan negatif terhadap dirinya. Ia tak menyadari bahwa perseteruannya dengan Nini sekarang adalah buah yang ia petik dari masa lalunya. Lalu masalah percintaan? Opi adalah tokoh utama dalam komik harem di mana ia disukai oleh banyak orang di sekelilinya! Opi pilih siapa ya kira-kira nanti diakhir ceritanya? Opi itu kurang bersyukur sih sepertinya! Haha. 

Dari segi kesubjektifan ini lah, Leonita berhasil membawa kita ke dunia Opi yang begitu amburadul sekaligus menyadarkan kita bahwa tak selamanya perasaan kita adalah kenyataan yang paling benar. Terkadang sesuatu yang menurut kita benar itu justru adalah kebalikannya! Harus hati-hati nih sebelum menilai orang lain! 

Good story I think, bagi saya yang menjadi kendala dalam mengikuti cerita novel ini adalah penamaan karakter yang bikin lidah saya kesleo . Bayangkan nama asli Opi adalah Whoopy Andreana Olzen. Belum lagi nama kakak-kakaknya dan juga teman-temannya yang bikin saya ngelu bacanya. Hehe. Subjektif saya sih. 


Oke, thats all. Like I said before, novel ini bergenre remaja tepatnya. Bacaan ringan, kocak dan penuh dengan romantika anak SMA. 7 of 10 for this!

Novel yang saya review ini tergolong novel lama. Walau lama, novel ini adalah salah satu karya penulis favorit yang gaya bahasanya selalu lucu dan kocak. Kalau saja masih ada karya barunya pasti kece deh! *ngarep

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar