Sabtu, 16 November 2013

Review / Resensi Novel Terjemahan Korea : Always With Me by Hyun Go Wun

Always With Me,,,

Cover Novel AlwaysWith Me
Novel Korea satu ini adalah novel kedua milik Hyun Go Wun yang aku miliki setelah 4 Ways To Get Wife. Diterbitkan oleh Penerbit Haru pada bulan Oktober 2013 setebal 428 halaman. Novel ini menjadi spesial mengingat aku mendapatkannya setelah memenangkan kontes promosi novel yang bertanda tangan pengarangnya ini (Hahahaha). Aku awalnya heran kenapa aku bisa menang, ternyata tulisanku yang berjudul What? Backstreet?? itu menggambarkan karakter fisik cewek yang mirip dengan pemain utama di novel. Besar bukan berarti gendut atau subur. Besar dalam artian lain. Usul punya usul aku cuma sok tau aja sih ini, merangkai-rangkai kemungkinan. Hehehe…..


Oke Back to the Always With Me….

Judul ini adalah harapan baik bagi tokoh-tokoh dalam novel ini juga harapan penulis. Always With Me menceritakan kisah si Cinderella dan seorang Romeo.
Cinderella versi Chae Song Hwa ini hidup dengan kedua saudara dan ibu tirinya. Menjadi seorang pesuruh di rumahnya sendiri? Ya. Berada di antara kedua saudara tiri yang sempurna dan ibu tiri yang sempurna? Ya. Seakan-akan jadi itik buruk rupa di rumahnya? Ya.  Chae Song Hwa memang memiliki keluarga Cinderella, tapi ia tak pernah sekalipun menjadi Cinderella karena semua anggota keluarganya menyayanginya dengan cara mereka masing-masing. 

Lalu Si Romeo Yoon Sang Yup. Dia adalah seorang anak dari keluarga yang serba berkecukupan, memiliki aset yang besar pada sebuah perusahaan milik keluarga dan juga yang jelas adalah wajah yang tampan dan juga karir yang mapan. Tapi Yoon Sang Yup benar-benar tidak pernah sempurna, keluarganya yang terlihat baik-baik saja itu menyimpan luka yang orang lain tidak tau. Membuatnya meninggalkan rumah dan memilih pekerjaan yang berbeda yaitu sebagai dokter pengobatan tradisional.

Lalu bagaimana pasangan Cinderella dan Romeo ini bertemu? “Takdir” selalu Sang Yup menganggap semua pertemuannya dengan Song Hwa atas nama takdir. Kejadian memalukan di toilet pria, kereta, dan kebetulan lain yang membuat mereka berlari mendekat satu sama lain adalah takdir. Tapi bagi Song Hwa semua pertemuan dan kebersamaan mereka adalah sebuah pilihan. Karena Song Hwa memilih untuk mulai berpacaran dengan lelaki yang terlalu sempurna itu setelah lelaki itu mengajaknya pacaran, bukan takdir.

Song Hwa benar-benar pemula di dunia percintaan di usianya yang sudah 29 tahun itu. Sang Yup adalah lelaki pertama yang menajadi pacarnya secara resmi. Kedua saudara tirinya juga sama terkejutnya saat mengetahui lelaki yang dipacari oleh Song Hwa juga orang yang sama yang disukai oleh adiknya sendiri, Yang Mi. Yang Mi tidak bisa menerima kenyataan bahwa Sang Yup lebih memilih Song Hwa yang jauh dari kata cantik itu daripada dirinya yang kecantikannya mirip malaikat itu. Yang Mi mengancam dengan segala cara agar keduanya berpisah, hal ini benar-benar membuat Song Hwa pusing.

Masalah yang menerpa kedua pasangan ini sepertinya tidak pernah akan mudah. Saat mereka semua bersiap untuk melangsungkan pertunangan, semua itu berakhir dengan tragis. Keluarga Sang Yup tidak setuju dengan pernikahan yang mengungkap luka lama kedua orang tua dari kedua belah pihak dan juga alasan mendinginnya keluarga Sang Yup selama 30 tahun terakhir. Sang Yup harus memilih, mempertahankan Chae Song Hwa atau melihat ibunya mati perlahan-lahan.

“Mungkin aku masih bisa bernafas. Tidak sampai mati”

Hanya itu yang mampu mereka berdua lakukan saat perpisahan itu harus mereka hadapi. Always With Me, kembali menjadi harapan  terakhir bagi keduanya walau mereka sama-sama tahu bahwa hal itu mustahil. Apa boleh buat, tak ada jalan lain. Apakah harapan itu akan menjadi kenyataan? Keduanya juga sama-sama tidak tahu ujung dari cerita ini.

“Jika sudah tersandung masalah, maka harus siap untuk saling mempercayai, bersabar, saling memaafkan, dan berpikir ini-itu sampai kepala rasanya hampir pecah. Cinta itu sebenarnya bagaikan kotak Pandora yang menyimpan kegilaan dibalik setiap bisikan manis dan rasa berdebar-debar yang menyenangkan (hal 240).”

Itulah yang harus dihadapi keduanya. Perjalanan kisah ini memberikan kita pemahaman untuk percaya, saling memahami, bersabar dan memaafkan ditengah masalah-masalah baik masalah diri kita sendiri, dengan pekerjaan dan tanggung jawab, keluarga dan dengan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita. Karena itulah kenyataan hidup di dunia ini, tidak seperti kebanyakan buku yang selalu berakhir dengan happy ending. Karena hidup terus berjalan dan tak akan pernah berakhir. 

Happy Reading!    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar