Sabtu, 16 Februari 2013

Biografi: Bapak Sepanjang Masa, Bapakku tercinta,


Catatan seorang Fans fanatik tentang idolanya
Hehehe, kali ini aku mau sombong sedikit dah (peace!)
Bapak, Ayah, atau Uri Appa adalah sosok bapak yang luar biasa....
Why? Karena dia Bapakku....!
Hahahahahaahahaha...ups... oke! Nggak OOT lagi....
      Beliau lahir 59 tahun silam di pelosok desa di Kabupaten Boyolali tepatnya tanggal 10 November 1953. Nama kecil beliau Wagiman, namun setelah menikah dengan Mamak beliau dikenal dengan nama Marnodiharjo. Bapak adalah anak kedua dari empat bersaudara yang kini bersama kakak beliau tinggal di daerah rawan bencana Gunung Merapi tepatnya di dusun Gambretan, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Kedua adiknya hidup secara terpisah yaitu di Kalimantan dan adik perempuan satu-satunya tinggal di daerah Pemalang Jawa Tengah.
      Membicarakan masalah pendidikan, Bapakku tercinta ini hanya mengenyam pendidikan hingga bangku SD. Belum sempat beliau mendapatkan ijazah kelulusannya, Bapak terpaksa harus meninggalkan bangku pendidikan. Kedua orang tuanya atau Nenek dan Kakekku meninggal dunia. Apa yang akan diperbuat oleh seorang anak yang menjadi yatim piatu dan harus mengurusi kedua adik-adiknya yang masih kecil? Sekolahkah? Lalu siapa yang akan memberinya dan adik-adiknya makan? Sepertinya sekolah hanya menjadi harapan dan mimpi Bapak belaka.(nangis ndandak saat ingat sekolahku yang malesnya pooll)

      Bapak yang waktu itu masih kecil akhirnya hidup berpindah-pindah dari ladang ke ladang mencari sisa panenan warga, rumah ke rumah menjadi anak angkat banyak orang. Tak heran ketika kini lebaran datang, Bapak mengajak kami ke rumah nenek atau kakek kami yang bahkan tak memiliki ikatan darah sekalipun. Tapi merekalah Nenek dan Kakek yang menjadi salah satu aktor penting dalam kehidupan Bapak sampai akhirnya perantauan Bapak berhenti di dusun ini dan bertemu dengan Mamak.
       Keluarga baru inilah terbentuk dan anak pertama mereka lahir, laki-laki. Kehidupan Bapak masih saja penuh dengan perjuangan panjang. Berbagai pekerjaan bapak jalani untuk keluarganya sekarang. Kerja keras dan kegigihan adalah kunci bertahan hidup Bapak demi istrinya, demi anaknya...
       Tahun 1990an, seolah matahari itu terbit di langit-langit mimpi Bapak. Kedatangan tenaga ahli asing di daerah tempat tinggal bapak seolah membawa secercah harapan Bapak, mimpi Bapak yang sudah lama ia lupakan. Bapak yang waktu itu masih seorang buruh tani akhirnya ikut belajar dengan seorang Taiwan. Di sinilah bapak mendapatkan ilmu baru, tanaman baru yang menjanjikan:j amur. Seolah-olah gairah akan mengenyam pendidikan yang diinginkan Bapak selama ini Beliau curahkan sepenuhnya di sini. Belajar dan belajar dari kesalahan dan menjadi pengalaman.
      Tahun-tahun itu berlalu, setelah sempat Bapak kehilangan anak keduanya akibat kegugurannya Mamak, lahirlah seorang anak perempuan pada tahun 1992. Membuat bapak kembali bersemangat untuk senantiasa bekerja keras hingga akhirnya tahun 1998, Bapak mampu mendirikan usahanya sendiri ketika izin tenaga ahli itu dicabut dan berdirilah usaha tani Jamur lancar milik Bapak.
      Kehidupan Bapak semakin kemari semakin terangkat. Masalah ekonomi bukan lagi menjadi hambatan yang barati. Usaha Jamur masih sangat asing dan jarang pada waktu itu hingga pernah suatu kejadian Jamur hasil produksi Bapak terpaksa dibuang karena tidak ada seorangpun yang mau membelinya. Bahkan pemberian pun mereka tolak. Namun semua itu tinggalah cerita, Kini usaha jamur yang dulu pernah di rintis Bapak bersama seorang Taiwan itu menjadi salah satu komoditas ekonomi yang ada di berbagai pulau di Indonesia ini. Hebat? Ah, Bapak tidak pernah sekalipun berbangga atas hal itu. Ini buka hanya karena kerja kerasnya sendiri.
       Pasang surut usaha yang dijalani Bapak dianggapnya seperti angin lalu, roda yang berputar, sehingga dalam kurun waktu kurang lebih 20 tahun, Bapak masih bertahan pada usaha yang menghidupinya selama ini. Banyak yang gulung tikar, banyak yang mencari usaha lain, banyak yang datang dan begitu pula banyak yang pergi. Tapi Bapak masih bertahan pada usaha yang mengangkat hidup beliau. Kini asal beliau tetap bertahan untuk tetap hidup dibidangnya itu sudah cukup untuk menghidupi semua keluarganya.
     Ah, berbicara tentang Mimpi Bapak, sekolahan yang diimpikan bapak kini terlihat didepan mata. Di dalam mata anak-anaknya. Melihat masa depan yang lebih baik dari mata anak-anaknya seolah cukup untuk membuat hatinya lega. Mimpi bapak telah berubah ketika kedua anaknya lahir, setidaknya mereka berdua mengenyam pendidikan yang layak dan tidak pernah merasakan beratnya hidup Bapak. Bapak saja sudah cukup, setidaknya kalian lebih baik dari Bapak. Jalan kalian lebih panjang, lebih lebar, dan lebih penuh dengan mimpi-mimpi yang bisa kalian raih asal kalian mampu dan berkerja keras...
      Lalu Bapak dan Mamak sambil tersenyum bangga hanya ingin melihat kesuksesan anak-anaknya  dari sini, rumah ini...tempat anak-anak itu selalu di terima dengan kelapangan hati....
     Apa aku bangga dengan Bapak? Tentu saja Pak! Aku yang akan menjadi nomor satu fansmu!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar