Selasa, 16 Desember 2014

Father's Day : Bapak, "Pengalaman adalah guru yang terbaik"

Bapak, "pengalaman adalah guru yang terbaik"
untuk Female Insight Event IDWS http://idws.in/505421

Bapak...
Bagiku Bapak adalah guru terbaik yang pernah aku ketemui,
Seperti pepatah "pengalaman adalah guru yang terbaik, ya, Bapak adalah guru yang paling hebat di dunia ini karena Bapak selalu mengajariku berdasarkan pengalamannya.

Bapak adalah sosok yang tidak mengenyam pendidikan seperti bapak-bapak temanku.
Jika anak-anak SD seumuran ku waktu itu meminta Bapaknya untuk mengajari matematika, aku tidak. Bapakku tidak bisa melakukannya...
Jika bapak teman-temanku bisa membacakan dongeng sebelum tidur, bapakku tidak bisa...
Jika anak-anak lain mengisi kolom pendidikan bapaknya, aku hanya bisa melewatinya...
Malu?
Tentu saja, karena aku juga sama dengan anak-anak seumuranku waktu itu...
Tapi, 
Sejak aku sekolah menengah pertama, rasa itu hilang berganti dengan kebanggaan.
Ketika anak-anak seumuranku waktu itu "yang bapaknya sekolah dan bisa membaca" hanya bisa bersekolah di sekolah biasa, aku, anak seorang yang tidak sekolah dan tidak bisa membaca bisa bersekolah disekolah yang luar bisa, bahkan terbaik di provinsiku. 
perjuangan Belau untuk menyekolahkaku di sana benar-benar hadiah terbaik yang Allah berikan melalui Bapak
Bapakku yang bangun lebih pagi untuk mengantarku sekolah
Bapakku dengan jas hujannya menjemputku pulang sekolah
Bapakku yang duduk di pinggir jalan menantiku selesai sekolah
Bapak adalah kekasih pertama yang dalam situasi apapun mau mengantar-jemputku.
Bapak yang bekerja lebih keras untuk membuatku "sama" dengan anak-anak lainnya.
Mulai saat itu aku berfikir, apa lagi yang bisa dilakukan oleh anak seorang tuna aksara sepertiku?
Hal itu akhirnya membuatku semakin serakah untuk bersekolah
Semakin besar dan dewasa tentunya aku bisa lebih "melihat" Bapakku yang sebenarnya...
Bapak adalah api yang motivasi hidupku yang tersenyum setiap aku menceritakan bagaimana sekolahku, kuliahku hari ini
Bapak adalah tiang kokoh yang selalu perduli terhadap pendidikanku
Bapak adalah air yang selalu diam saja dan membiarkanku melakukan apapun yang aku mau
Bapak adalah cambuk selalu memarahi aku ketika aku dan teman2ku membuat masalah,
Bapak adalah payung yang selalu menceritkan hal-hal yang baik dariku kepada teman-temannya...
Bapak adalah segalanya yang membuatku mampu berdiri dan berpendidikan setinggi yang aku mau...
Bapak benar-benar mempertaruhkan segalanya untuk pendidikanku, 
Beliau selalu bilang "Bapak tidak pernah bisa sekolah sepertimu, walau Bapak sangat ingin!"
dalam setiap ucapannya beliau selalu mengatakan "Saya hanya bisa mewariskan pendidikan yang tinggi buat anak-anak saya, setidaknya itu menjadi bekal yang berharga, sehingga anak-anak saya tidak merasakan apa yang saya rasakan..."
Bapak benar-benar egois kan?
Bagaimana tidak? 
Jika orang yang selalu kau cintai memiliki harapan seperti itu padamu,
Apa kau akan diam saja?
Tidak kan?
Ya, cita-cita bapak untuk bersekolah, sempurna ia wariskan pada putra-putrinya,
Semangat dan ambisi untuk mengenyam pendidikan yang tidak mampu beliau gapai, beliau wariskan pada anak-anaknya.
Bapak kini sudah lanjut usianya, tapi ia masih sama
Selalu mengharapkan yang terbaik dalam pendidikanku, selalu menyambutku saat pulang sekolah, selalu tertawa dan tersenyum saat aku bercerita tentang hari-hari sekolahku
Selalu berkata bahwa jangan pernah memikirkan biaya sekolah, kau yang sekolah, biaya itu pasti ada jika kau mau...
Pelajaran dari Bapak ini adalah yang terbaik, literatur terlengkap, dan sumber terpercaya...
hal itu akan menjadi cermin kebaikan, tiang penopang, cahaya penerang, dan selalu keberadaan Bapak adalah anugerah terbesar..
Aku selalu berterimakasih Bapakku atas pelajaran ini...
Aku menyayangimu layaknya udara yang masuk ke paru-paruku hingga aku tetapi hidup...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar