Selasa, 16 Desember 2014

REVIEW NOVEL INFERNO BY DAN BROWN

Inferno - Dan Brown

“Di jalan-setapak ini, Anda bisa melihat jiwa-jiwa bertobat berjalan mendaki… masing-masing membayar harga yang pantas untuk dosa tertentu. Para pendengki harus mendaki dengan mata dijahit tertutup sehingga tidak bisa merasa iri; orang-orang sombong harus memanggul batu besar di punggung untuk membungkukkan tubuh mereka dengan rendah hati; orang-orang rakus harus mendaki tanpa makanan atau air sehingga menderita kelaparan yang menyiksa; dan orang-orang cabul harus mendaki melewati api panas untuk membersihkan diri mereka dari api hawa nafsu (hal 347)”

Kalimat itu adalah deskripsi Robert Langdon tentang Mount Purgatory, Gunung Penebusan. Ya, benar… jika kalian pernah membaca karya-karya Dan Brown sebelum-sebelumnya, kalian akan merasakan sesasi yang berbeda. Antara nyata dan khayalan, antara kebenaran dan karangan, dan antara kepercayaan dan juga keteguhan hati. Semakin kalian membaca kalian akan terbawa ke dunia Dan Brown. Tak sesekali kita harus berhenti membaca, berfikir, mengingat atau bahkan harus surfing ke dunia maya terlebih dahulu untuk melihat fakta, sejarah, dan cerita. Kalau kalian melakukannya maka saya ucapkan selamat! Selamat datang dan bergabung dengan pengemar karya-karya besarnya.

Inferno ini adalah novel karya Dan Brown yang terbaru. Di terbitkan dan di cetak pertama kali di Indonesia tahun 2013 oleh Penerbit Bentang setebal 644 halaman. Inferno, seperti judulnya “neraka” adalah kisah Robert Langdon yang terpaksa atau dipaksa untuk memecahkan misteri dari “nerakanya” Dante Aligieri. Ia harus berpacu dengan waktu sebelum kiamat mengampiri dunia ini karena ulah ilmuan genetis yang fanatic terhadap kehancuran dunia ini. Tidak ada yang dapat di percaya pada pelarian Robert kini, semuanya bagaikan musuh, bahkan tentara dan pihak pemerintah pun menghalangi jalannya. Bahkan mencoba membunuhnya!

Dan Brown kembali menghadirkan kisah petualangan yang menegangkan bagi kita, penuh dengan tipu muslihat, penuh dengan tantangan, dan juga ilmu pengetahuan. Kalian boleh percaya atau tidak, membaca karya Dan Brown seolah mengajak kita untuk berfikir out of the box. Bayangkan saja, novel mana yang menghadirkan grafik populasi dunia sepanjang sejarah, sejarah seni terhebat yang masih terawat indah di Florence serta berbagai teori-teori dari ilmuan dunia. Kalian akan berjalan dan "kuliah" seni di Florence. Mulai dari membaca Map of Hell by Botticelli, dan The Divine Comedy, kemudian mulai menelusuri Porta Romana, Boboli Garden, Hall of Five Hundred, Palazzo Vecchio, Gereja Dante dan Katedral Santa Maria del Fiore atau yang lebih dikenal dengan julukan Il Duomo. Tidak hanya itu, kalian juga akan diajak ke Basilika Santo Markus di Venesia, Hagia Sophia, Blue Mosque, dan Waduk Yarebatan Sarayi atau Waduk Istana yang Tenggelam di Turki. 

Saat membaca novel ini, saya bahkan sempat membuka lagi buku ekonomi dan membaca ulang Teori Maltus. Bagi saya, kemampuan untuk membuat pembaca kembali mengingat pengetahuan dan informasi ini adalah kelebihan karya-karya Dan Brown. Kalau kalian termasuk golongan yang malas mencari dan membuka internet, maka ini akan menjadi kebalikannya. Informasi ini akan menjadi kekurangan karena banyak istilah ilmiah dan karya-karya seni yang sulit dipahami atau dikatahui. Selain informasi ini jangan salahkan Dan Brown kalau kalian tiba-tiba teringat dengan berbagai ajaran dalam kitab suci kalian. Keren kan ya ?


Okelah, begitu saja… over all ceritanya tatap keren. Kalian akan terkejut di berbagai bab dalam novel ini. selamat membaca dan Happy Reading All !! ^^


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar