Senin, 16 Februari 2015

Pantai Kesirat : Undetected Beach

Landscape di Pantai Kesirat ! Kereeen!
Sebenarnya agak bingung juga dengan judulnya. Uda salah duluan sih. Pertama, pantainya tidak seperti definisi pantai pada umumnya. Ini pantai tapi kita nggak bisa main di “pantainya” karene kita ada diatas tebing nang jurang, dalam, dan mengerikan. Oh God! Yang punya pobia ketinggian ati-ati ya. Saya yang nggak pobia aja pusing liatnya. Salah yang kedua adalah undetectednya. Kalau kalian di rumah yang lokasinya di kota. Kita tinggal ketik aja Giri Karto di Google Maps dan uda ketemu tuh desa di mana. Tapi begitu kalian uda nyampe Girikarto, kalian uda nggak dapet singal dan satu-satunya cara adalah nanya sama GPS lokal (Gunakan Penduduk Setempat) untuk mencari jalan
menuju pantai yang entah ada di mana itu. Penduduk lokal juga ramah kok. Baru aja saya turun dan belum sempat mengucapkan sepatah kata apapun, bapak-bapak yang mau saya tanyain langung bilang Kesirat apa Gesing? Padahal belum sempet nanya, beliau uda menjelaskan duluan. Mungkin karena petunjuk arahnya tidak meyakinkan dan jalannya meragukan. Untuk itu ntah salah atau benar judul saya pokoknya itu pendapat saya. Hahahaha

Landscape di Pantai Kesirat ! Kereeen! (2)
Pantai Kesirat adalah pantai yang masih asing untuk para wisatawan. Hal ini karena pantai ini memang belum di perdayakan sebagai daerah wisata. Akses menuju ke pantai ini masih susah dan harus beroffroad kurang lebih sepanjang 3 km. Jalanan sebenarnya sudah lumayan karena terbuat dari cor-coran semen kanan kiri yang dibuat untuk jalur angkut peternakan dan hasil hutan tapi beneran sepi deh. Bikin ngeri kalau misalnya nyasar, kehabisan bensin, atau ban kempes! Ngalamat dorong berkilo-kilo meter. Pantai ini juga belum dilengkapi dengan fasilitas umum seperti WC, musolla, bahkan Restribusi (kalau yang ini mungkin jadi kelebihan ya? Hehe)

Oke, pantainya, eh salah lagi. Hal yang dijual di sini bukan wisata air dan pantai seperti pantai kebanyakan tapi view atau pemandangan. Pemandangan dari atas pantai ini bener-bener keren kok. Sebelum ke sana, saya juga sempet liat catatan orang lain dan pantai ini terkenal dengan susetnya. Beneran strategis di mana matahari bener-bener tenggelam di lautan yang membentang luas di hadapan kita. Tapi, karena saya cuma berdua dan datengnya kepagian. Saya nggak menunggu sampai suset. Bayangin harus pulang menelusuri hutan jati sejauh 3-4 km uda bikin keder duluan, belum lagi sisi utara langit Jogja terlihat tidak bersahabat. Hiiiii

Tempat leyeh-leyeh sambil nunggu matahari tenggelam
Tak hanya sunset kok yang jadi daya tarik. Selain itu, ada beberapa spot yang rindang (walau nggak banyak) kalau mau leyeh-leyeh di sini. Rumput di perbukitan juga hijau royo-royo kayak bukit teletubis gitu. Kalau kalian yang suka camping, tempat ini cukup good coice mengingat lokasi yang sepi, pemandangan yang indah, cukup terjangkau, ada tempat untuk mendirikan dome/tenda. Hanya saja perlu bawa air minum yang banyak dan kalau kebelet harus nyusep di semak-semak biar nggak keliatan.hihihi. Pas mau pulang dan melewatkan sunset langsung aja kepikiran buat balik kemari dan ngecamp di sini dan bukan di weekend! hohoho.

Bonus perjalanan ke Pantai Kesirat juga nggak nanggung-nanggung. Kalau lewat Imogiri, kemudian arah Panggang, kalian akan dapet bonus pemandangan kota bantul dari atas tebing. Jalan yang berliku-liku membuat kalian seperti di kasih kejutan setiap kelokannya. Landscape kota dan perbukitan selatan gunung kidul top deh. Acung jembol. Terus pemandangan yang cantik juga kalian dapatkan ketika hampir sampai di pantainya. Belum lagi tantangan mental kalian di jalan hutan jati tadi. Haha. Kalau lagi beruntung, kita bisa liat penduduk lokal mancing di sini. Selain ikan, melihat jaring-jaring yang ada, sepertinya ada pemancingan lobster juga. waaaahhh

Kesimpulannya, perjalanan kali ini hasilnya memuaskan. Perjalanannya panjang karena saya sempet salah makan dan sakit perut. Belum lagi penyakit ngantukan saya kumat dan bikin beberapa kali berhenti. 

Seiring dengan tulisan ini dan tulisan-tulisan traveler lainnya, semoga pantai ini di kelola oleh tangan yang tepat dan dengan pengujung yang memiliki kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan, tidak membuat api unggun sembarangan, tidak buang sampah ke laut seenaknya. Tidak mengambil dan meninggalkan apapun kecuali foto dan kengangan di dalam hati. 

Oke thats all
Happy traveling and writing. 
Leave a comment for ask me what you want to know...!

Ayo Camping !!! hosh !

Landscape di Pantai Kesirat ! Kereeen! dari sisi yang berbeda 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar