Selasa, 10 Februari 2015

Candi Barong; Peradaban Tersembunyi di Balik Jati

Candi Barong, Alamatnya uda lengkap kan? 100% asli nggak nipu
Akhir pekan adalah waktu yang paling tepat untuk berpergian. Maka dari itu, akhir pekan ini berangkatlah ke Candi Barong. Hayo kalian tau nggak itu ada dimana? Aku juga awalnya nggak tau itu ada di mana. Belum pernah tau letak dan bentuknya seperti apa. Namanya pun asing karena di Jogja yang terkenal candinya adalah Prambanan, Boko, Sambisari, dan candi-candi kecil lainnya. Tapi, apakah kalian tahu bahwa Jogja itu sebeneranya adalah “kuburan peradaban”? Duh ekstrim sekali kah bahasanya? Tapi ini bukanlah kebohongan kok. Di Jogja , DIY maksudnya merupakan salah salah satu provinsi yang memiliki banyak candi. Gali dikit ke tanah dapet candi, naik ke gunung dikit nemu candi lagi. Waaahhh, nggak kebayang deh peradaban dulu seperti apa sih kok sampai keren gitu.
"Kalau mau baca sejarahnya, langsung klik aja sini ya --->  Kepustakaan Candi Barong,
Dijamin kok, itu resmi dari Perpustakaan RI ^_^"
Letaknnya masih di sekitaran komples Candi Boko, think smart. Kalau nggak bisa pake GPS moderen, liat plang jalan aja. Setelah itu aku ucapakan deh Selamat Datang di Candi Barong. Eh salah, tidak ada sambutan seperti itu ketika sampai di Candi Barong. Yang terlintas saat kita sampai sana justru pertanyaan. Bener nggak sih ini? Kok sepi banget? Jangan salah, aku nanya gitu karena di perjalanannya kemari aja, aku uda banyak sangsi. Ini bener nggak? Bayangkan jalan yang aku lewati adalah jalanan semen yang di cor kiri kanan dan rumputnya tinggi-tinggi nan rimbun lagi. Belum lagi lewat hutan jati yang gelap dan tidak ada perumahan penduduk. Wuits, ini kalau nyasar gimana? Tapi, ada tapinya loh. Kita masih dapet bonus pemandangan yang keren. Lewat di pinggir perbukitan, kanan kiri sawah dan jurang sedangkan di garis horison kita bisa liat pemandangan yang luar biasa. Wah salah-salah karena terpesona sama pemandangannya, nggak liat jalan dan nyusup di sawah ini. Ampun deh jangan sampai.

Oke kembali ke candi, aku pun sempet bengong sesaat setelah sampai karena saking sepinya. Karena ragu, aku akhirnya nanya deh ke pos satpam yang ada di sana. 
“Pak ini bener Candi Barong?”
“Bener...”
“Terus masuknya langsung masuk gitu aja pak?” mengingat di sana hanya ada gerbang yang di buka dikit dan nggak ada yang jaga. Jangan-jangan uda nyampe sini nggak boleh masuk lagi. Mendadak parno.
“Masuk aja, tulis nama di sini...” pak satpam itu menyerahkan buku tamu dan menyuruhku mengisinya, “uda pak.”
“Ya...” gitu aja? Nggak bayar? Nah setelah terbengong-bengong sambil jalan, aku baru tahu kalau ada 10 candi di Jogja yang masuknya nggak bayar (sana ke sana Januari 2015). Nah kan yang nggak mau bayar mahal-mahal buat masuk ke candi prambanan nggak usah panik. Ada sepuluh candi yang gratis tis kok kalau mau main.

Aku pun masuk ke kompleks candinya, langsung deh baca tuh papan informasi yang ditempel di samping pintu masuk. Setelah ber ooooohhhh ria aku mulai menelusuri sisi candi. Walaupun hari sudah sore, tapi tetep deh main ke candi itu tetep aja panas. Padahal kanan kirinya hijau royo-royo rumputnya. Rapi lagi. Bayanganku langsung aja tikar, bekal makanan ma minuman dan leyeh-leyeh deh di sisi candi ini. Hehe. Setelah jalan menelusuri sisi candi ini, barulah ketemu tangga naiknya. Ni Candi pintu masuknya ada di sini kanan dari pintu masuk. Jadi setelah masuk dari gerbang, kita kudu jalan disamping kanannya dulu pe ujung candi, baru deh ketemu depannya. Muter nih ceritanya. Belum-belum uda keringetan aja ini.

Puncak Merapi dari Atas Candi 
Setelah naik,,, uaaaahhhhhhhhh pemandangannya kereeen. Dari atas candi ini kita bisa melihat pemandangan luar biasa. Khas pengunungan yang notabene tempat tinggi dan pasti pemandangannya cantik. Nggak perlu aku jelasin kalian pasti bisa membayangkannya sendiri. Bonusnya adalah ngeliat puncak merapi dari ini. Inget loh puncaknya aja. Hehe. Pokonya buktikan sendiri deh.

Kalau di bandingkan dengan candi lain. Candi ini termasuk kecil kali ya? Sebesar candi sambi sari mungkin. Saya nggak nyempetin bawa meteran atau ngitung batunya untuk tau candi ini besarnya seberapa. *lol

Akses ke Candi Barong memang tidak terlalu bagus, tapi masih terjangkau kok. Kalau kalian ingin refreshing, candi ini dapat dijadikan sebagai alternatif. Entah niatnya mau belajar atau hanya sekedar foto-foto dan main-main, tapi paling nggak kalian uda keren mau mengujungi situs itu. Asal jangan usil aja tangannya ya, cukup menikmati.

Candi Barong dari depan
TIPS:
  1. Pastikan kendaraan anda full BBM
  2. Pastikan anda juga full perutnya karena pejalanan yang cukup melelahkan dan menguras mental (*lol). Kalau perlu bawa bekal deh biar bisa piknik di sana
  3. Semangat untuk berpetualang itu perlu
  4. Jangan mudah nyerah nyarinya. Petujukknya ada kok, kalau nyasar kalian punya mulutkan? Pake GPS lokal (Gunakan Penduduk Setempat) untuk nanya jalan.
  5. Di sarankan untuk menggunakan motor, kalau kalian pake mobil dan ketemu lawan ngalamat mundur balik beratus-ratus meter.
  6. Sampai sana jangan pernah melakukan aksi merusak, meninggalkan jejak, dan juga membawa pulang situsnya! 

Oke selamat liburan teman-teman semua! ^_^



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar