Sabtu, 27 Agustus 2016

Museum Kars Indonesia; Akhirnya Tanpa Sengaja Mampir Juga

 "Kekayaan Geoheritage Indonesia itu sangat luar biasa. Bagaikan pasir di pantai, tak terhitung berapa kali kita harus mensyukurinya."
Museum Karst Indonesia, 14 Agustus 2016

Gerbang Depan Museum Karst Indonesia
 Akhirnya....

Tanpa sengaja saya mampir juga di Museum Karst Indonesia, museum karst terbesar se Indonesia bahkan Asia Tenggara. Akhirnya goole maps saya bermanfaat juga karena saat saya sedang mencari rute Jogja-Pacitan saya disarankan untuk lewat Pracimantoro yang merupakan kawasan di bangunnya museum ini. Saya pun sedikit merengek minta mampir mumpung lewat sekalian. hehe...

Petunjuk kawasan wisata di sekeliling museum
Lokasi museum ini ada di Pracimantoro, Kabupeten Wonogiri, Jawa Tengah. Museum ini dibangun di kawasan Geopark Gunung Sewu, berjalinan dengan goa, mata air, dolina, uvala, luweng dan lainnya yang menjadi ciri khas dari daerah kars. Museum ini setahu saya masih di bawah Kementrian ESDM besama-sama dengan Museum Gunung Api Merapi (jujur, desain bangunan keduanya sangat mirip) dan juga Museum Geologi Bandung. Tiket masuk museum gratis, namun untuk masuk kekawasan museum kita harus membayar parkir dan tiket wisata kawasan di sekeliling museum. Ada banyak goa bahkan pura di sekeliling museum. Tapi saya hanya ke museum karena rengekan saya tadi sebatas itu, jadi tidak ada rengekan part ke dua untuk jelajah kawasan sekitar.

Ehm, ngomong-ngomong sudah tahu apa itu karst? Oke kita masuk ke museum dulu deh biar tahu apa itu karst. Karst adalah bentuk bentang alam khas yang terjadi akibat proses pelarutan pada suatu kawasan batuan karbonat atau batuan mudah terlarut (umumnya formasi batugamping) sehingga menghasilkan berbagai bentuk permukaan bumi yang unik dan menarik.
Ciri-ciri kawasan karst antara lain:
Koleksi-koleksi museum
  1. Terdapatnya sejumlah cekungan (depresi) dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi, cekungan tersebut digenangi air atau tanpa air dengan kedalaman dan jarak yang berbeda-beda.
  2. Bukit-bukit kecil dalam jumlah banyak yang merupakan sisi-sisi erosi akibat pelarutan kimia pada batu gamping, sehingga terbentuk bukit-bukit (conical hills).
  3. Sungai-sungai tidak mengalami perkembangan pada permukaan. Sungai pada daerah Karst umumnya terputus-putus, hilang kedalam tanah dan begitu saja muncul dari dalam tanah.
  4. Terdapatnya sungai-sungai di bawah permukaan, adanya goa-goa kapur pada permukaan atau di atas permukaan.
  5. Terdapatnya endapan sedimen lumpur berwarna merah (terrarosa) yang merupakan endapan resedual akibat pelapukan batu gamping.
  6. Permukaan yang terbuka mempunyai kenampakan yang kasar, pecah-pecah atau lubang-lubang mapun runcing-runcing (lapies)
  7. Banyaknya Stalaktit dan Stalakmit akibat dari air yang masuk ke lubang-lubang (doline) kemudian turun ke gua dan menetes dari atap gua ke dasar gua yang berubah jadi batuan. (http://www.kanal.web.id)
Nah, di museum selain kita tahu apa itu karst, bagaimana genesa terbentuknya, dan juga fenomena-fenomena yang muncul di kawasan karst, kita juga bisa mengetahui lokasi kawasan karst yang ada di dunia dan tentu saja di Indonesia. Di lantai pertama museum, pengunjung bisa belajar mengenai karst dan ditribusi keberadaannya. Di lantai ke dua (lantai ke dua berada di bawah lantai pertama) bertemakan Karst Untuk Kehidupan.
Karst Untuk Kehiduupan

Karst Untuk Kehidupan adalah bagaimana Kars dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Tentunya yang diharapkan di sini adalah pemanfaatan yang bertanggung jawab. Setelah kita turun, kita akan masuk ke replika goa karst, nah saya nangkepnya adalah karst dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata edukasi yang memberikan kita pengalaman langsung bagaimana keindahan karst itu sediri. Di sayap kanan lantai kedua ini adalah tentang pemanfaatan goa-goa dan juga perlatan-peralatan yang digunakan pada saat kehidupan manuia purba. Goa, pada waktu itu dimanfaatkan sebagai tempat tinggal bagi manusia purba dan juga tempat melakukan aktivitas-aktivitas mereka. Bagian tangah adalah replika pegunungan karst yang ada di bebagai lokasi di Indonesia Lalu di sayap kiri tentang pertambangan dan industri moderen saat ini dilokasi-lokasi tempat batugamping dan kars ini berada.
Lantai dasar Museum dari lantai satu

Museum ini sudah termasuk moderen loh, jadi jangan salah. Museum Kars memiliki tampilan moderen dengan media visual yang mendukung koleksi. Panel-panelnya juga masih sangat bagus untuk menerangkan informasi museum. Jujur, semua tombol saya pencetin sana sini. hahaha. Belum lagi berbagai replika baik stalagmit, stalaktit atau pun goa yang membuat museum ini semakin menarik. Oh iya, ada juga manekin orang yang sedang melakukan olahraga dikawasan karst yaitu rapling. Biasanya sih untuk kawasan luweng seperti Luweng Jomblang atau bisa juga untuk susur gua.

Museum ini, saat saya ke sana situasinya sangat sepi. Hanya ada saya padahal hari itu adalah hari Minggu, saya kurang tahu, apa karena saya kepagian (11.00-12.00 WIB), atau karena aksesnya ke sana yang lumayan jauh dari kota, atau memang museum ini memang belum terkenal seperti Museum Merapi. Menurut saya prospek ke depan dari museum ini sangatlah bagus. Hal ini mengingat pentingnya pelestarian kawasan karst dan masa depan karst di masa mendatang. Tidak bisa di pungkiri bahwa pertambangan dan industri yang memanfaatkan batugamping sangat tinggi nilainya. Jika masyarakat, pihak pengembang dan pemerintah tidak bekerja sama untuk melestarikan, dan menjaga kawasan ini, tentunya kawasan geopark gunung sawu akan menghilang dalam hitungan tahun. Hal ini akan sangat disayangkan sekali jika generasi penerus bangsa hanya bisa menyaksikan keindahan karst melalui gambar. Museum dibangun di sini dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bukan? Semoga!

Oke, akhirnya kesampaian juga saya ke sini. Menarik dan juga mendidik!

Salam Sahabat Museum!
Museum di Hatiku!
Panel Untuk Distribusi kawasan Karst di Dunia
Tampilan Informasi Museum
Museum Karst Indonesia, yeeeeyyyy!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar