Jumat, 12 Agustus 2016

Review Novel Terjemahan Korea; Letterbox 110 by Lee Do Woo

"Bagiku belajar cinta itu tidak akan pernah tuntas, ia adalah benih, yang akan tumbuh selamanya, mati pun ia akan kembali bertunas di benih selanjutnya" 
AI_11 Agustus 2016


Judul : Letterbox 110
Penulis : Lee Do Woo
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: Februari 2016
Jumlah Halaman : 492 halaman
ISBN: 978-602-7742-72-7

Belajar tentang cinta, Letterbox 110 ini adalah novel yang mengajarkan banyak tentang cinta. Perbedaan pandangan terhadap pemahaman cinta dan mencintai menjadi topik utama yang menaungi kedua tokoh utama. 
Jinsol yang tidak suka kerumitan dan hanya ingin hidup yang sederhana dan Geon yang memiliki masalah rumit dengan percintaannya. Mereka berdua dipertemukan dalam satu atap gedung kerjanya, membuat apa yang mereka yakini menjadi begitu abu-abu. Jinsol yang ingin menjalani cinta sederhana pun terjebak dalam kehidupan cinta Geon yang begitu rumit sehingga membuatnya berulang kali menjadi pengecut dan melarikan diri dari Geon. Geon yang awalnya tidak menyangka cinta itu akan menghampiri dirinya, justru tidak menyadari bahwa hatinya telah tercuri oleh Jinsol.
Rumit memang, belum lagi permasalahan cinta yang dihadapi oleh orang-orang disekeliling mereka membuat definisi cinta di dalam novel ini semakin berwarna. Membuat kita memahami berbagai bentuk cinta yang ada di dunia.
"Cinta yang telah lalu itu adalah perasaan yang meskipun dipikirkan kembali tetap saja sulit untuk mengerti", hal.45
Membaca awal dari novel ini saja sudah membawa kita mengenang masa lalu, apalagi ditengah dan sampai akhir novel ini, kita akan terus dihadapkan dengan permasalahan cinta yang tak jarang membuat kita tersesat di dalamnya. Benar-benar manis dan membuat hati saya bergetar ketika membaca kalimat demi kalimat yang ada di dalam cerita seolah saya benar-benar mendengarkannya secara langsung. Begitu terenyuh dan hangat di dalam hati. 
Novel ini menurut saya hampir sempurna, mungkin hanya perasaan saya, tapi saya merasa ada beberapa bagian dalam novel ini yang sengaja dibiarkan mengambang, kosong begitu saja seolah memberikan kesempatan bagi pembaca untuk merasakan dan membuat kesimpulan sendiri seperti puisi Geon, lalu lingkaran pelindung yang dimaksud oleh Jinsol, belum lagi cara Seonu meyakinkan kedua orang tua Aeri. Saya juga melirik tokoh Heeyeon yang menurut saya menarik. Boleh deh bisa jadi kebebasan pembaca untuk berekspresi. Saya juga sempat menyayangkan tentang penerbitan buku ini dengan kertas yang berwarna abu-abu, oke bukan kertasnya tapi fontnya yang terlalu kecil. Saya bahkan menanyakannya pada penerbit yang langsung dijawab "biaya produksi akan membengkak dan berdampak pada meningkatkan harga jual" oke saya langsung tutup buku dan menerima dari pada novel ini menjadi ke dalam dua part yang ujung-ujungnya menambah dalam kocek yang harus saya ambil. 
"Cintamu sempurna karena cintaku pun sempurna"
Nah buku ini juga sempurna, karena saya juga sempurna tuntas membacanya. Recomended, khusus usia 17 tahun ke atas sih. remaja-dewasa. hehe. 
Happy reading readers...!


P.S: BTW saya belum mengerti kenapa judulnya Letterbox 110? Ada yang bisa bantu saya menjawabnya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar