Minggu, 28 Agustus 2016

Pantai Banyu Tibo; Eksotisme Pantai ber-Air Terjun Part 2

"Langit siang ini begitu cerah, cahaya matahari terasa begitu hangat menerpa raga bercampur sepoinya angin dari samudra, deburan ombak tak kalah indah berjalinan dengan suara air terjun yang menyatu menjadi simfoni sempurna karya Pemilik Semesta Alam."
Pantai Banyu Tibo, 14 Agustus 2016
Air Terjun yang ada di Pantai Banyu Tibo
Saya menyasarkan diri saya sendiri, batin saya, apa karena saya memakai nama "komunitas anak nyasar" ini seolah menjadi kutukan ya? Entah kenapa, tapi pasti ada-ada saja kejadian nyasar di hampir setiap perjalanan saya.

Minggu pagi itu saya janjian jam 7 pagi untuk liburan. Saya sempat heran, tumben pagi sekali, kita kan hanya akan pergi ke Gunung Kidul? Saya lantas mempacking tas saya lengkap dengan baju cadangan apabila insting nyebur saya tiba-tiba di bangkitkan dan wussss akhirnya saya berangkat juga lewat jalan cangkringan. Ah sekarang saya seneng sekali lewat jalan ini ketika bertamasya dengan tujuan Gunung Kidul dan sekitarnya, jauh dari kemacetan hanya digantikan banyak truk yang kadang berlalu-lalang.

Sampai di Prambanan akhirnya saya bertanya, kira-kira berapa jam sih perjalanannya.
3.5-4 jam! Saya shock bukan main. Bukannya ke pantai di Gunung Kidul hanya perlu waktu 2 jaman? Saya pun mengecek lagi postingan saya di wasaapp dan saya baru sadar kalau Pantai Banyu Tibo ada di Pacitan. Saya melongo lagak bodoh. Saya mengajak orang lain pergi, asal ngomong tanpa tahu lokasi tepatnya, saya mengira pantai itu ada di Gunung Kidul. Saya pun berfikir, jadi atau tidak dan...
Tulisan yang menyambut langsung bikin saya ngakak, hmm...

Bodo amatlah ayo jalan aja!
Tapi kalau hanya ke sana rugi dong, kita ke Pantai Klayar juga ya? Rengekku dan diiyakan begitu saja mengingat jarak keduanya tidak terlalu jauh. Dan hasil lain dari rengekkan saya adalah Museum Karst Indonesia itu juga.

Setelah perjalanan yang hampir 4 jam itu kami sampai di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo tempat Pantai Banyu Tibo ini berada. Itupun kami masih sempat kebablasan mengingat petunjuk arahnya nggak terlihatan dari arah jalan kami tiba, begitu kebablasan dan berbalik arah (tentunya setelah nanya pada penduduk sekitar) kami melihat tulisan petunjuk ke pantai ini segede lapangan. Sial, kenapa juga nggak sempet lihat. Motor yang kami kendaraipun juga harus ikhlas berpamitan dengan jalan beraspal dan masuk ke jalan bersemen menuju pantai. Setelah sekitar 10-15 menit perjalanan akhirnya kami sampai juga dan taraaaa......

Pantai dengan Air Terjunnya
Ini pantai adalah pantai kedua yang memiliki air terjun yang pernah kami datangi. Sebelumnya kami melihat pantai yang setipe ini di Pantai Jogan Gunung Kidul. Kami beristirahat terlebih dahulu sebelum cuci mata, hal ini sebagai wujud pengertian kami terhadap bokong kami yang sudah tergencet selama perjalanan berjam-jam. Hmmm, angin dari pantai langsung saja menerpa kami. segernya. Ah iya, pantainya tergolong sempit teman-teman. Sebagian besar kawasan wisata ada di atas tebing yang menjorok ke laut. Pantainya hanya sedikit dan jika ingin turun sudah dipastikan bahwa kita akan kebasahan. Saya mengurungkan niat untuk basah-basahan. Selain karena panatainya sempit, curam, ombaknya besar, saya juga berfikir bahwa setelah basah pasti tubuh kami akan merasa lebih lelah padahal kami harus melakukan perjalanan pulang. Akhirnya kami memutuskan untuk menikmati pantai dari segi visual saja.
Nah kalau turun pasti basah, jadi kami tidak turun
Mulailah peralatan perang kami keluarkan dan jepret-jepret-jepret tinggal suara shutter kamera yang terdengar. Kami berkeliling di kawasan pantai dari ujung barat sampai ujung timur mencari pemandangan yang bagus. Saya juga jalan-jalan di atas tebing dengan penuh hati-hati mengingat sepatu saya terasa sangat licin di sini. Membuat saya ekstra hati-hati mencari pijakan.
Hati-hati jalan licin Neng...
Perjalanan saya ke pantai ini hanya sebentar, soalnya kami masih punya satu tujuan lagi. Bagi saya aksesibilitas pantai ini sudah lumayan. Bisa di jangkau dengan mudah, walau akan lebih baik jika diperbaiki lagi jalannya (diaspal). Dari segi fasilitas pendukung tidak masalah sih, toilet kamar mandi oke, warung tempat jajan dan bertedung juga ada, musholla juga (se)ada(nya), dan juga rest area (tempat meningap) yang dalam proses pembangunan. Hanya saja untuk parkir mobil, menurut saya jauh dari pantai jadi kalau pakai mobil, selamat berolahraga joging ria sebelum menikmati indahnya pantai. Tambahan, untuk turun ke bawah air terjun, hubungi pemandu yang ada di sana, ada jaket pelampung yang akan menambah keamanan pengujung jika ingin menikmati pantai. Kalau untuk bayar atau tidaknya saya kurang tahu. Tiket masuk ke kawasan ini Rp 5000,00 /orang (Agustus 2016), tinggal kalikan saja dengan beberapa pasukan yang dibawa.

Akhirnya setelah kira-kira fotonya sudah banyak, kami memutuskan untuk meneruskan perjalan ke pantai selanjutnya.

Lets go to the beach!

Hello world!
Air terjun dan air pantainya yang widiiiw....
Always people in picture, semua foto adalah hasil karya sendiri, diambil oleh kami, AI and ANG


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar