Kamis, 17 Maret 2016

Farmhouse Lembang; Tempat Menarik yang Membingungkan, Hmmm

"Dunia menjadi begitu sempit jika gedget ada di tangan, tak perlu ke belahan dunia lain untuk melihat dan merasakan, di kini karena semuanya ada di depan mata, mimpi lebih nyata dari pada kenyataan itu sendiri" 
(Farmhouse Susu Lembang, 29 Februari 2016)

Farm House dari Tempat Parkiran, hmmm...
Setelah dari kebun teh, kami mampir untuk menikmati makan siang dan juga istirahat sholad sebelum meneruskan perjalanan. Destinasi kami dikurangi satu yaitu memetik stroberi, karena pas kami tiba di kebun stroberi hujan tiba-tiba menguyur dan kami sudah malas dulu untuk turun. Memilih untuk ndepis di dalam bus dan akhirnya memilih untuk langsung ke Farmhouse.

Farmhouse adalah salah satu tempat wisata baru (dibuka Desember 2015) yang ada di Bandung Barat tepatnya di Jln. Raya Lembang Nomor 108, Cihideung. Tiket masuk ke sini adalah Rp 20.000 per orang belum termasuk parkir.

Ini susu yang menemani saya selama perjalanan
Saya seneng sekali pas Pak Topo membagikan tiket masuk. Tapi kesenangan saya hanya beberapa detik karena tiket yang saya terima harus ditukarkan dengan segelas susu atau sosis yang disediakan sebagai welcome drink di sana. Yah nggak jadi bawa pulang tiket deh saya. Sambil menyesap susu cokelat pilihan saya, saya berkeliling menikmati tempat ini.

Pertama saya berjalan di bukit cinta yang pagarnya penuh dengan gembok-gembok cinta. Heemm sepertinya mitos gembok cinta ini ada di mana-mana sekarang soalnya banyak sekali spot-spot seperti ini di banyak tempat termasuk di 0 km nya Jogja. Saya mikir nih istimewanya nanti di mana ya? Hehe, setelah itu saya melanjutkan ke sisi Framhouse yang bergaya Eropa dan dibangun dengan kayu. Keren juga nih kayak di luar negeri. Macam anak berduit aja saya ini. banyak yang menjual souvenir dan restoran, tapi saya nggak masuk dan membeli apapun dari sana. Sayang dompet! Hehehe

Coba tebak saya ada di belahan dunia bagian mana?
Dan terakhir adalah di taman hobbit. Kenapa? karena di sini ada replika desa hobbiton, tepatnya rumah hobbit yang nyempil cantik di sekitar taman yang cantik. Disisi lain juga ada rumah kura-kura, kelinci dan domba. Layaknya kelinci dan domba-domba itu temen-temen saya sudah mecar sana sini dan berfoto dengan berbagai spot dan sudut pandang yang berbeda. Mencoba mencari frame kamera yang luar biasa. Tersenyum, 5, 4, 3, 2, 1.... dan jepret-jepret. Gantian subjeknya dan hitungan kembali terdengar, begitu terus sampai saya apal nadanya. Saya juga tak kalah ngikut ngantri foto dan nampang di sini. Unik soalnya mengingat saya juga seneng ngikutin novel atau filmnya Lord of The Ring. Lebih lengkapan lagi kalau ada Legolas di sini. Langsung ngeces saya. Hahah. Ngarep banget deh.

Mendadak sudah sampai hobbiton, hehe
Dibilang menikmati juga nggak sih, jadi dari tadi saya bohong karena saking sibuknya taking picture (notabene banyak spot selfienya) saya sampe kerepotan buat jalan dengan menenteng tas, tongsis dan juga segelas susu di tangan saya.Itu kamera satunya sudah diam manis di dalam tas. Coba kalau ikut keluar. Duh mana temen uda banyak yang move on lagi. Apalagi dengan waktu yang sangat mepeeeet sehingga kami tak bisa berlama-lama menikmati. Tuh kan, kami kembali lagi di panggil-panggil untuk segerah cabut ke tempat selanjutnya.

Hem, kenapa saya bilang membingungkan? Pertama, namanya Farmhouse Susu Lembang, nah saya sudah mikir ni di dalem nanti kita bakalan liat proses pemerahan susu yang banyaaaak sekali sapinya, tapi ternyata tidak. haha, Title susunya hanya berbuah segelas susu yang saya pegang ke mana-mana itu. Gagal lihat peternakan sapi. Kedua, gembok cinta, nah loh makin pusing saya, sejak kapan produk Namsan Tower sampai sini? Apa petani di sini suka main gembok cinta ya? Tiga, gaya kota/rumah Eropa, heem apa ini maksudnya ya? saya kurang nangkep, dan terakhir yang bikin saya makin bingung adalah rumah Hobbit, Kita dari jalan-jalan ke Eropa tiba-tiba sim salabim sudah nyampai Selandia Baru men ke Hobbiton. Keren kan ya perjalanan saya sore itu?

Ini atap yang menurut saya unik, sayang nggak bisa dipegang. haha
Oke jangan pikirkan kebingungan saya, saya bingung juga setelah keluar dari sana dan mengingat kembali kunjungan singkat saya ke sana. Mungkiiin karena keterbatasan waktu saya klewatan untuk melihat dan mencari informasi. Yang jelas saya tetep seneng kok berselfie ria atau setidaknya mencicipi suasana rumah hobit di Hobitton. 

Huft, hari yang bener-bener panjang. Layaknya punya pintu doraemon kami berpindah dari satu tempat ketempat lain dalam waktu yang singkat. Haha, ini perjalanan menelusuri ruang dan waktu beneran kali ya. Sampai nggak bisa percaya mimpi atau kenyataan kalau bukan karena foto yang tersimpan.

Came on, lets go to the next trip!

Ini bagian dari farm house yang banyak kambingnya, kambingnya nggak kelihatan. Adanya manusia selfie (1)
manusia selfie (2)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar