Jumat, 19 Juni 2015

Love With A Witch by Hyun Go Wun


Cover Depan
Love With A Witch


Genre: Drama, Romance
Kategori: Fiksi, Novel Dewasa Muda, Terjemahan Korea
Penulis: Hyun Go Wun
ISBN: 978-602-7742-50-5
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 320 halaman
Harga: Rp. 65.000
Terbit: Maret 2015




Kau tidak percaya penyihir?
Sayang sekali.
Jangan terlalu serius dalam segala hal dan cobalah untuk bermimpi, sesekali.
Siapa tahu saja, suatu hari nanti seorang penyihir akan membuat keinginanmu jadi nyata hanya dengan mengayunkan tongkat sihirnya.
Jun Hwi bertemu dengan seorang perempuan yang menyelamatkan keponakannya—Eun Yoo—dari kecelakaan.


Mata perempuan itu.... Seperti mata kucing yang bersinar. Bagian putihnya terlihat transparan karena sangat putih. Tatapan mata yang tajam itu membuatnya tidak berbeda dengan tatap mata penyihir yang sering muncul di buku bergambar milik Eun Yoo.

Tidak salah lagi. Perempuan itu adalah penyihir. Kalau ia bukan penyihir, tidak mungkin Jun Hwi bisa begitu mudah menitipkan keponakan kesayangannya pada perempuan yang baru dikenalnya. Padahal anak itu sedang diincar-incar orang jahat. Belum lagi, kenapa Jun Hwi jadi ingin mencium penyihir itu?

Sihir apa yang perempuan itu rapalkan pada Jun Hwi?


Penerbit Haru kembali menghadirkan karya Hyun Go Wun ketengah-tengah kita. Karya yang tidak pernah mengecewakan seperti novel sebelumnya 4 Ways To Get Wifes dan Always With You yang sudah saya baca dan review sebelumnya. Bagaimana saya memulai review novel satu ini?

Susah, selain saya speechless saya juga takut spoiler cerita novel ini. Yang jelas expektasi saya benar-benar beda dan keliru. Novel ini seperti kejutan di tengah ketidakpastian. Hahaha. Apa itu? Maaf saya hanya bisa mari baca dan kau akan tahu.

Kali ini kita bertemu dengan Han Jun Hwi yang sedang terlibat masalah. Ia harus bisa menyembunyikan keponakan Eun Yoo dari orang-orang jahat sementara ia sendiri juga harus mencari bukti untuk semua kasus kecelakaan yang menimpa Eun Yoo. Saat itulah ia bertemu dengan seorang Penyihir Perempuan yang tinggal di dalam diri Yoon Soo Ahn.

Han Jun Hwi awalnya tak menyangka dia akan jatuh keperangkap penyihir itu. Tapi entah mantra apa yang dirapalkan oleh Yoon Soo Ahn yang membuat Han Jun Hwi berkeinginan untuk menemui dan meminta bantuannya.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Han Jun Hwi dan Yoon Soo Ahn. Han Jun Hwi merupakan karakter yang kuat dan teguh namun sangat lugu. Di balik sosoknya yang tak tergesa-gesa dan realistis ia justru menjadi sosok kebalikannya ketika berhadapan dengan perempuan penyihir itu. Sedangkan Yoon Soo Ahn adalah sosok yang begitu kuat dengan poker facenya, cerdik, namun dibalik sosoknya itu ia memiliki hati yang lembut. Kombinasi keduanya membuat kisah ini menarik karena ada moment-moment tertentu yang sangat diluar dugaan karena sifat mereka. Selain kedua tokoh itu, masih banyak tokoh lain yang sangat membekas di hati terlebih lagi Eun Yoo. Bagaimana seorang anak kecil berusia enam tahun menjadi begitu dewasa karena kondisi sekitarnya. Banyak hal yang ia miliki dalam usianya masih begitu muda, membuat orang-orang yang mengenalnya begitu mencintai sekaligus merasa kasihan pada sikap yang seharusya tidak dimilikinya.

Novel Hyun Go Wun kali ini lebih serius dari pada novel sebelumnya. Banyak intrik kekuasaan dan kelicikan di novel ini dalam perebutan kekuasaan antar pewaris. Humor di hadrikan dalam tingkat yang lebih tinggi layaknya seorang yang politis. Tapi tetap saja, unsur romance dalam novel ini tetap menonjol dan patut untuk di acungi jempol. Ah iya, di setiap bab dalam novel ini terdapat berbagai menu dan ramuan penyihir. Bagus dijadikan pedoman untuk membuat ramuan yang kalian inginkan . Setidaknya ada 19 ramuan sihir didalamnya.

Dari segi kekurangan sebenarnya tidak ada. Novel ini sempurna dengan ending yang jelas. Hanya saja secara subjektif saya kurang menyukai margin dari novel ini. Batas kanan kiri atas bawahnya menurut saya terlalu sempit. Selebihnya tidak ada.

Novel ini cocok untuk remaja-dewasa. Ceritanya ringan namun penuh dengan moment-moment yang mengharukan.

The last but not last.
Happy reading!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar