Kamis, 25 Juni 2015

Road To Museum at Malang Part 2; Museum Satwa (Welcome to the Jungle)

Main Gate Museum Satwa
Setelah lihat manusia yang diawetkan di Museum Tubuh Jatim Park 1, kita langsung menuju Museum Satwa yang ada di kawasan Jatim Park 2. Kali ini adalah hewan yang diawetkan! Eeeitt jangan salah paham dulu, disini koleksinya bukan hewan hidup-dibikin mati-terus diawetkan loh. Tapi hewan-hewan di sini sudah mati kok, jadi bukan area pemburuan dan diburu kok. Don't worry!

Kita jauh-jauh dari Jogja ke Malang tapi hanya memiliki waktu singkat untuk tour. Ibaratnya nih, kami uda di depan pintu masuk Jatim Park 1 yang berisi wahana-wahana permainan dan Jatim Park 2 yang merupakan kebun binatang (Batu Secreat Zoo) tapi tak sempat menikmati keduanya karena kami fokus ke museumnya. Cieelah gayanya yang museum di hatiku, godaan pun diabaikan! Hush hush Haha

Oke lets explore the museum!

Museum Satwa di bangun dengan arsitektur yang megah dan menarik teman-teman! Bangunan merupakan salah satu bagian dari daya tarik museum itu, di jamin kalian yang datang ke museum pasti menjadikan gedung sebagai salah satu background foto kalian. Hal ini karena bentuk bangunannya yang megah dan menarik ala kerajaan-kerajaan Romawi yang membuat kalian serasa di bagian dunia lain. hihi lebay dee....

Setelah selesai berfoto saatnya untuk melihat apa sih isi dari Museum Satwa ini, dan ketika masuk saya cuma bisa ber waaaaah ria saja melihat display koleksi museum. Koleksi yang dipamerkan oleh museum sangat lengkap dan bervariasi mewakili setiap belahan dunia loh. Koleksi satwa awetan ini didatangkan dari berbagai benua, seperti benua Amerika, Afrika, Asia, Australia, Eropa, Artik, dan Antartika. Saya sampai bisa ketemu dengan beruang kutup looh! 

Selain koleksi satwa, museum ini juga menampilakan replika dari fosil dinosaurus seperti Apatosaurus, Tyrannosaurus-Rex, Stegosaurus, dan Mammoth. Beragam jenis satwa yang tidak di jumpai di Indonesia dapat dilihat di museum ini sehingga merupakan pengalaman baru bagi pengujung untuk dapat melihat secara langsung satwa-satwa tersebut. Selain dari koleksi, displaynya juga di sesuaikan dengan habitat satwa aslinya loh, jadi seolah-olah satwa yang ada di museum ini hidup kembali. Kebayang deh kalau tiba-tiba hewannya idup kayak di film Night at The Museum, pastinya keren dan pecah berantakan . hahah

Salah satu display koleksi yang menujukkan keganasan sang raja hutan, rawr!
Akhirnya saya muter-muter di dalam museum ini dan fokus pada satwa-satwa yang sudah di awetkan itu. Yang keren ya temen-temen, mata dari berbagai satwa ini seolah dapat berbicara tentang berbagai hal. Ada beberapa yang dipasang sebagai sebuah fenomena rantai makanan di alam liar, hewan yang ada di dalamnya seolah-olah memiliki emosi yang sesungguhnya sehingga saya sampai berkaca-kaca melihat ekspresi dari hewan-hewan ini. uh, terharu saya. Kapan ya bisa balik lagi, gratis pula? hehe, ngarep ya? Oke, setelah melihat koleksi saya akhirnya keluar dan menunggu teman-teman yang lain untuk makan siang. Saya nunggu sambil mainan kamera, entah kenapa saya bisa ngilang hingga saya tinggal main sendirian di dalam. Tak tau pada kemana yang lainnya. 

Kesepian saya sambil nunggu teman-teman. mau moto aja susah fokusnya.
Selain museum, kawasan museum ini masih satu area Jatim Park loh, di samping museum ada hotel dan juga Batu Secreat Zoo di area museum. Yah walau saya tidak sempat masuk ke area kebun binatang, saya mengatakan adanya museum dan kebun binatang ini adalah suatu kesinergisan antara pendidikan dan pengalaman. Kita mendapatkan pendidikan tentang satwa di museum dan kemudian mendapatkan pengalaman langsung dan nyata di kebun binatang. Wow sekali ya! kata temen-temen yang sudah kemari kebun biantangnya luar biasa. Saya jadi pengen, tapi masuk ke sana tidak cukup waktu satu atau dua jam, tapi bisa berjam-jam mengingat luasnya wilayah kebun binatang itu. 

Pintu masuk Batu Secret Zoo
Ah iya saya makan di rumah makan yang ada di kawasan ini. Makan malamnya liar ini teman-teman. soalnya di luar kaca jendela bukan pemandangan yang biasa tapi luar biasa. Dari restoran ini kita bisa makan sambil ditemenin sama macan tutul yang ada di dalam "akuarium" raksasa. Walau keren saya juga ngeri juga liat binatang yang larinya cepat itu ngeliatin saya makan. Eh ngeliatin saya makan atau ngeliat saya sebagai makanan ya? Duuh lupakan!

Oke lets go to the next tour!


Laskar Edukator Museum DIY 2015
My Crazy Soulmate, hehe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar