Sabtu, 27 Juni 2015

Road To Museum at Malang Part 3; Museum Angkut (Berkendara Mengunjungi Sudut Dunia)

Bagian kiri adalah pasar apung yang banyak rumah adat di Indonesia, tengah adalah toko souvenir, dan atas adalah Museum Angkut 
Pemberhentian terakhir kunjugan ke Malang ini adalah di Museum Angkut Malang. Kunjuangan ke tiga museum di Malang yang termasuk singkat ini sampailah pada ujungnya. Cieh... saya dari rumah udah ngincer mau foto sama mobilnya Fast and Furious, tapi adakah di sana?

Sampailah kami di tempat parkir museum. Kalau dari luar teman-teman, museum ini nggak kayak museum soalnya luarnya acak adul. Entah mana gedung museumnya, ntah mana tempat jual beli souvenir dan entah mana kantinnya. Eh kantinnya keren lo, namanya pasar apung. Di atas kolam buatan ini ada rumah makan dengan gaya bangunan yang Indonesia banget. Alias berbagai macam, dan dengan berbagai model rumah adat di Indonesia. Nah lo gimana tuh kerennya. haha.

Oke back to museum, Museum Angkut termasuk tempat wisata yang baru diresmikan pada tanggal 9 Maret 2014 dan masih berada di bawah naungan Jawa Timur Park Group dengan tema transportasi. Museum ini dibangun sebagai tanda apresiasi untuk perkembangan dunia transportasi nusantara dan dunia. Koleksi moda transportasi di museum ini bervariasi mulai dari yang masih menggunakan tenaga binatang sampai tenaga listrik. Luas museum kurang lebih 3,8 hektar, dengan pembagian beberapa zona yang dilengkapi dengan beragam ornamen dan landmark khas setiap zona. Zona-zona tersebut ialah: Zona Edukasi, Zona Sunda Kelapa dan Batavia, Zona Jepang, Zona Uni Eropa, Zona Hollywood, serta Zona gangster dan Broadway (http://www.museumangkut.com). 

Ayo lets go to the museum! Saya datang ke sana memang memakai free tiketing, but saya tetep bayar saat masuk. Why? Tubuh saya free tapi kamera saya kalau mau masuk juga harus bayar Rp 30.000 (2015). Widih, jadi kalau kalian ke sana dengan tujuan ingin mengabadikan koleksinya kalian harus bayar dua tiket. Tiket untuk orang dan tiket untuk kamera, kecuali kamera handphone. Tapi setelah masuk, mahalnya langsung terbayar dengan kehadiran koleksi museum yang antik dan kuno. Dengan tahun pembuatan yang begitu tua, saya tidak hanya membayangkan namun bisa melihat langsung kendaran-kendaran tersebut dan membandingkannya dengan kendaraan jaman sekarang. 

Salah satu sudut bangunan yang kesannya eropa bingitz
Selain dari koleksi, arsitektur gedung juga luar biasa, baik luar maupun dalam, displaynya juga tak kalah oke di luar maupun di dalam museum. Gedung ini dibangun sedemikian rupa megahnya dan museum angkut ini juga menghadirkan display tiga dimensi tempat-tempat di dunia yang syarat dengan ciri khas negara tersebut seperti Los Angels, Paris, Berlin dll. Selain kota-kota terkenal, ada juga display untuk spot-spot film maupun tempat terkenal di dunia. Setiap kita masuk ke area pamer, kita bagaikan masuk ke dalam belahan dunia lain. Amajing g tuh ?

Serunya ada peraga audio juga loh yang mengajak pengunjung untuk menganalisis berbagia jenis kendaraan. Hal ini juga menujukkan bahwa selain untuk kesenangan, museum ini juga mengajak pengunjung untuk melakukan sesuatu hal di museum selain berfoto-foto. Fasilitas lainnya juga lengkap loh seperti toko souvenir dan juga rumah apung tadi yang memiliki ciri khas berbagai suku dan adat yang ada di Indonesia. Saya merasa setelah saya berkeliling dunia saya kembali lagi ke kampung halaman Indonesia dengan berbagai kekayaan ragam budayanya. Hahah, bahasa saya lebay deh.

Yang saya sayangkan adalah dari segi kepemanduan, saya mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi koleksi karena selain tidak ada yang di tanya (apa saya tidak tahu), keterangan juga sangat minim. Di sisi lain penataan yang kurang pas. Menurut saya, penataan koleksi museum dapat dikategorikan berantakan terutama di ruang pamer I tepat ruang pertama yang saya masuki. Banyak sekali koleksi yang berbeda-beda baik dari segi jenis maupun bentuknya. Contohnya sepeda, mobil, kemudian andong yang di jajar begitu saja di ruang lantai satu tersebut. Untuk di lantai dua, tepat di atas ruang pamer I, koleksi juga masih terkesan berantakan karena terdiri dari berbagi jenis dan bentuk alat angkut baik darat, udara, maupun perairan. Mesin atau non mesin. saya semakin pusing saja dengan konsepnya.

Balik lagi ke saya, ehm, saya jujurnya kurang puas karena timing yang di berikan sangat singkat. Yang saya lakukan hanya sebatas pengamatan singkat dan juga berfoto sebagai oleh-oleh pulang. Mungkin dari keterbatasan itu banyak yang terlewat oleh mata saya. Temen saya pun iseng menjadikan saya fotografer dadakan, hemm,punya bakat kali ya *boong banget!

Temen saya nih yang mejeng di sini
Ah menjawab pertanyaan saya? Apa saya berfoto dengan mobilnya Fast and Furious? Tidak, kata temen saya ada dan dia berfoto di sana, tapi saya nggak liat dan entah ke mana mata saya waktu itu. next time, saya perlu ke sana lagi untuk memuaskan dan memastikan. haha. amin.

See ya, Nggak nyasar nggak asik pokoknya !

Salam Sahabat Museum!
Museum Di Hatiku!

Judulnya Pamer !

Kalau ini sungkeman masal

Ngeroyok Hulk
Indonesia juga ada loh
Saya Tetep Eksis lah 
Hello gals, mau kemana ni emak2
Yuhuuu,,, saya eksis dong !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar