Kamis, 01 Maret 2012

Si Bodoh (yang) Baik Hati

Mungkin tak selamanya "bodoh" itu menjadi hal yang memalukan atau kekurangan.
Ada kalanya, saat-saat kita merenung dan memahami segalanya kita menjadi orang yang sangat bodoh.

"Bodoh" dalam artian saat semua orang berlomba-lomba untuk selalu menjadi nomor satu dengan segala cara,
kita hanya tersenyum dan berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan dengan usaha kita sendiri.

"Bodoh" saat semua orang mengeluh akan ketidakadilan dan ketidakberuntungan mereka,
kita hanya diam dan menerimanya dengan segala pemahaman dan pengertian yang benar

"Bodoh" saat semua orang mengeluh dan berkritik tentang sedikit sekali yang mereka dapatkan,
Sementara kita? kita justru merenung dan berfikir seberapa besar yang telah kita berikan.

"Bodoh" ketika orang lain menganggap kita terlalu bodoh karena menerima segala kepahitan hidup ini dengan senyuman dan justru memberikan yang terbaik sebagai gantinya.

"Bodoh" saat orang-orang bisa menyakiti kita seenaknya, tapi kita tidak membalas dan hanya menerimanya dengan segala keikhlasan dan menjadikannya pelajaran.

"Bodoh" saat orang-orang yang kita sayang mengacuhkan kita dan yang kita lakukan bukan membalasnya tapi justru memberikan apa yang seharusnya kita dapatkan dari orang-orang itu.

"Bodoh" saat kita melakukan hal yang terbaik untuk semua orang tapi orang lain tidak pernah menyadarinya.

Mungkin kita benar-benar "bodoh" atau mungkin kita benar-benar "baik hati". 
Tapi tidak ada artinya orang menyebut kita baik hati maupun bodoh.
Tidak ada artinya komentar yang mengkritik kita bodoh atau  terlalu baik hati.
Karena disamping kedua kata itu, di dalam hati kita telah tertanamkan kata keikhlasan dan perjuangan untuk selalu melakukan yang terbaik dan hasil dari semua yang kita lakukan itu terpahat dengan segala penerimaan, pemahaman, dan pengertian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar