Rabu, 13 Januari 2016

Review Novel In a Blue Moon by Ilana Tan ; Hate Love Relationship

"Benci dan cinta itu hanya dipisahkan oleh benang tipis. Kenapa bisa seperti itu? Jangan terlalu membenci karena kau akan mencintainya? Apakah semua itu benar? Ah aku mengerti sekarang kenapa bisa seperi itu. Membenci adalah perasaan yang muncul karena kita merasa tersakiti oleh dia yang kita benci. Kenapa bisa sakit hingga kita sampai membencinya? Itu karena kita mencintainya. Maka cinta dan benci itu adalah perasaan yang sama. Sama-sama memiliki perasaan yang khusus dan mendalam pada orang tersebut."

Judul
In a Blue Moon
Penulis
Ilana Tan
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman
320 pages
ISBN
9786020314624
Cetakan
Kesepuluh, Desember 2015

“Apakah kau masih membenciku?”“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”
Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.
Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat
Lalu kenapa Sophie begitu membenci Lucas? Apa karena gadis itu menyukainya? Atau karena Lucas menyakitinya? Dan setelah sepuluh tahun mereka tidak bertemu tiba-tiba kedua orang itu sudah menjadi tunangan. Lucas masih tidak mengerti kenapa Sophie begitu membencinya.

“Apakah kau masih membenciku?” tanya Lucas tak mengerti

“Ya, Aku heran kenapa kau perlu bertanya” jawaban Sophie tegas seperti kilitan di matanya.

Gadis itu benar-benar membencinya. Lucas benar-benar ingin menunjukkan padanya bahwa dia sudah berubah. Ia merasa keputusan kakeknya menjodohkannya kali ini adalah benar.

Cerita antara Lucas dan Sophie bagiku benar-benar manis, keteguhan hati Lucas yang melawan Sophie yang keras kepala sangat menggemaskan. Keduanya terlibat dalam berbagai situasi yang tidak terduga yang justru membuat mereka semakin dekat. Keterbukaan dalam setiap percakapannya membuat keduanya seolah memiliki komitmen sendiri tanpa mereka sadari. Dari sudut padang ketiga, kedua karakter ini menjadi pusat cerita. Alurnya jelas dan mudah dimengerti.

Sebenarnya tidak ada yang cacat dalam novel ini. Hanya saja, karena pemahaman saya tentang dunia patissiere dan kuliner yang rendah, saya nggak terlalu mengerti tentang jenis kue dan istilah-istilah lainnya yang berkaitan dengan dua bidang pekerjaan berikut. Tapi tak masalah, sok tau saja dan kendala ini tidak mempengaruhi alur ceritanya kok. Hehe

Novel romance ini cocok untuk semua umur. Kisah percintaan antara Lucas dan Sophie yang sudah sama-sama matang dan dewasa pun dikemas dengan manis dan sopan. Karena itu mendadak saya suka dengan karakter Lucas, haha. I think all good man is my type! haha

In a Blue Moon, selama saya membaca novel ini yang berkaitan dengan judul hanya nama minuman kesukaan Sophie yaitu blue moon dan mata Lucas yang biru. Atau kesediahan atas berpisahnya dua insan ini dalam kebencian maka dinamakan blue moon? Tapi entahlah apa yang dimaksud dengan blue moon, definisikan sendiri. Yang jelas tidak sad ending seperti yang saya perkirakan di awal cerita.

Oke that's all, I give 4 thumb from 5! Good job!

Happy reading!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar