Senin, 04 Januari 2016

The Moon That Embrace The Sun #2 by Jung Eun Gwol

"Dimana takdir yang direnggut harus dikembalikan lagi pada tempatnya berada…"



Judul
The Moon That Embraces The Sun #2
Pengarang
Jung Eun-gwol
Penerbit 
Mizan Pustaka
Penerjemah
Rizke Radhya Burhan
Cetakan
Cetakan ke-1; November 2012
Jumlah Halaman
488 Hlm






Lee Hwon mulai menyelidiki penyebab kematian Yeon Woo, yang ternyata menyimpan berbagai keganjilan. Semua bukti menunjukan bahwa Yeon Woo dibunuh, tapi lebih mencengangkan, ada dugaan bahwa Yeon Woo sebenarnya belum meninggal.Tanpa disadari, penyelidikan Hwon pun berujung pada pengungkapan identitas Wol. Perasaan Hwon terhadap Wol semakin dalam, seperti matahari yang semakin bersinar terang, saat ia menemukan kebenaran yang telah disangkanya.Namun, bagaimanakah Hwon menghadapi Woon, yang tetap mencintai Wol sekalipun takkan pernah bisa memilikinya? Seakan itu belum cukup, datang pula pangeran Yang Myung, kakak tiri Hwon, yang semakin memperkeruh cinta segitiga itu.Hwon dan Yang Myung layaknya dua matahari, bertempur di langit yang sama untuk memenangkan Wol sang Bulan. Sementara Woon bagaikan awan, berdiri diam di sela-sela pertempuran tersebut. Dapatkah Hwon bertahan? Dan sanggupkah ia menyelesaikan konflik pelik antara dirinya, Wol, Yang Myung dan Woon?
Ya, skuel ke dua dari novel ini adalah resolusi dari kecurigaan atas identitas Wol. Penyelidikan Hwon semakin mengarah bahwa Wol adalah Yeon Woo. Sementara itu pengawal setia Raja, Jae Woon dan Pangeran Yang Myung sudah menduga bahwa identitas asli Wol adalah Yeon Woo. Kisah percintaan di antara mereka semakin rumit ditangah rencana pembrontakan yang dilakukan oleh kelompok sekutu.

Hwon mengalami tekanan batin dengan temuan-temuan akan kejahatan yang terjadi terhadap Yeon Woo delapan tahun yang lalu. Membuat hidupnya yang dirundung kesedihan semakin pelik dan menyakitkan semua orang yang ia sayangi.

Sebagai sebuah penyelesian dari masalah dalam cerita ini akan ada yang menjadi korban bahkan dikorbankan. Pengorbanan dari berbagai sisi akan mewarnai perjuangan untuk mempertahankan kerajaan dan keadilan. Kisah dari setiap tokohnya tak ayal membuat saya meneteskan air mata, mengingat apa yang mereka lakukan tidak hanya untuk keegoisan mereka namun juga demi orang-orang yang mereka kasihi. Benar-benar membuat hati pembaca terenyuh. 

“Wahai langit yang selalu melindungi negeri ini, aku persembahkan diriku yang penuh dengan dosa ini. Karenanya, kumohon makmurkanlah rakyat Joseon, buat Raja kami menjadi Raja yang membanggakan” hal 402

Saya paling menyukai karakter Pangeran Yang Myung dan Jae Woon dalam sesi ini. Kesetian keduanya pada negara dan rajanya benar-benar patut diacungi jempol. Mereka memposisikan diri sebagai pelayan Raja diluar status mereka sebagai kakak dan sahabat Raja. Jika setiap pemimpin bisa menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi seperti mereka tentu saja kedudukan negara akan lebih kokoh dan kemakmuran tidak hanya menjadi janji-janji belaka. Duh, berbicara novel ini selain romancenya juga tidak dapat dilepaskan dari politik kerajaannya. Paket lengkap deh! 

Sama seperti review sebelumnya, novel kedua ini masih memiliki tingkat kesulitan yang sama dalam hal bahasa dan istilahnya terutama (bagi saya) adalah nama tempat dan pengambarannya dalam angan-angan saya. Hehe, maklum saya belum pernah ke Korea dan menyaksikan sendiri Gwanghamun itu. hoho.

Kesimpulannya adalah… 
“Moon” bulan yang dimaksud dalam judul ini adalah Wol/ Yeon Woo, dan “Sun” atau matahari yang dalam kisahnya digambarkan sebagai Raja atau Hwon. Raja dan Permaisuri digambarkan sebagai sepasang matari dan bulan yang saling berdampingan dalam memerintah kerajaan. Kemunculan bulan yang hilang membuat matahari yang sendiri dalam kesedihannya kembali memancarkan kekuatan kekewibawaannya dalam memimpin kerajaannya.

End!
Happy Reading Guys !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar