Minggu, 08 Maret 2015

Museum Dewantara Kirti Griya Tamansiswa; Napak Tilas Jejak Ki Hajar Dewantara

Beranda Museum
Sepertinya saya rada kuper ini mengingat empat tahun ini kuliah di bidang pendidikan tapi malah baru tahu Museum Dewantara belum lama ini. Ngakunya anak pendidikan, tapi sowan ke rumah bapak yang merintis pendidikan di Indonesia aja belum pernah. Maafkan saya, Pak. Baru sowan hari ini itupun karena tugas. 


Ing Ngarso Sung Tuladha
Ing Madyo Mangun Karsa
Tut Wuri Handayani

Jika membaca ketiga kalimat yang sudah kita kenal dari SD itu maka orang pertama yang muncul dalam benak kita adalah sosok Ki Hajar Dewantara. Ya, benar sekali! Museum Dewantara Kirti Griya adalah rumah Ki Hajar Dewantara yang dijadikan museum. Lokasinya masih di kompleks taman siswa tepatnya di Jl. Tamansiswa No. 31 Yogyakarta. 

Berkunjung ke sana bak kembali membayangkan aktifitas beliau ketika menulis dan menciptakan ide-ide besar, tulisan, karya dan semangat juang beliau di masa kemerdekaan. Wiiih, jadi merinding sendiri masuk ke setiap ruang di rumahnya. Bayangkan, saya kini ada di rumah beliau, menelusuri ruang,jalan, dan tempat yang sama. Hanya waktu yang memisahkan kami berdua. Cieee... membayangkan dedikasi besarnya dimulai dari rumah ini. Jangan-jangan nanti setelah saya dari sini, saya juga bisa mengikuti jejaknya untuk menyumbangkan karya-karya besar saya? Wih siapa sih yang nolak? Ya, semangat itulah yang saya pikir melatarbelakangi didirikan museum ini. Apalagi kalau bukan untuk memupuk semangat generasi muda untuk berkarya dan belajar sejarah? 

Rumah ini terdiri dari berbagai perabot rumah yang letaknya masih sama dari jaman dulu, kemudian alat tulis, perabot rumah tangga, tempat tidur, foto-foto, dan juga buku! Wah banyak sekali buku yang ada di rumah beliau. Saya jadi ngiler sendiri ngeliat buku-buku itu. Uda tua, jadul, kertasnya kuning, dan bahasa Belanda sama Jawa lagi! Keren deh, buku itu jadi saksi mata sejak jaman penjajahan dulu loh dan sekarang saya juga pegang (pegang aja soalnya nggak ngerti bahasanya kalau baca ^_^) buku yang dulu di pegang beliau. Duh tangan saya bersentuhan nggak langsung nih sama tangan bapak *tersipu. Hahaha

Jalan-jalan di sini amazing bener loh. Selain kita tau tentang keseharian Bapak Ki Hajar Dewantara ini, kita juga jadi bisa tahu sejarah dan silsilah beliau. Uda tau belum kalau nama asli beliau adalah RM Suwardi Suryaningrat? Atau tau belum kalau beliau masih cucu dari Pakualam III? Atau siapa Isitrinya? Duh kalau saya cerita semuanya nggak kerenlah. Ke sana cap cus langung aja sekalian mendengar cerita dari dua temen yang ada di sana.

Ya, banyak yang bisa dipelajari di sini. Di sini juga ada perpustakaannya yang bisa pengujung nikmati sambil belajar, mengerjakan tugas, dll. Asal nggak gosip sama ngopi di sini deh, semua fasilitas masih bisa manfaatkan dengan sebaik-baiknya. 
Tuh kan saya pengangan tangan nggak langsung sama beliau ^_^



Mau ke sana? 
Yuk! Museum buka tiap hari Senin-Sabtu kok jam 08.00-13.00 kecuali Jumat, sebelum jumatan uda tutup.
Temen saya (Ayu) juga ngak mau kalah nih!
Nah dua di samping paling pinggir itu adalah edukator yang akan mendampingi kalian kalau ke sana!

Salam ,
Museum Di Hatiku!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar