Jumat, 13 Maret 2015

Review Novel Sweet Melody #2 novel by Baek Myo


Sweet Melody 2
Genre: drama, romance
Kategori: fiksi, novel remajaPenulis: Baek Myo
ISBN: 978-602-7742-16-1
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 320 halaman
Harga: Rp. 55.000
Terbit: September 2013
Sinopsis
Musik adalah kebahagiaan yang paling manis
Hwan, anggota Sweet Melody yang tanpa sengaja terpaksa menyamar menjadi laki-laki, mulai tak mengerti apa yang ia rasakan. Ia ingin sekali memberi tahu seluruh anggota Sweet Melody bahwa ia adalah perempuan. Namun, maukah mereka memaafkannya?
Sementara itu, Hyeon Ju, pianis terkenal yang kabur dari rumah itu benar-benar resmi menjadi anggota Sweet Melody. Tetapi, apa yang akan terjadi kalau ia menyukai Hwan yang juga seorang perempuan seperti dirinya?
Apakah musik masih bisa menyelamatkan hubungan mereka?

Check my review:
Sudah baca review Sweet Melody #1 sebelumnya? 


Ya, novel ini adalah skuel ke dua dari Sweet Melody #1. “Musik adalah kebahagiaan yang paling manis” adalah headline dari novel ini. Masih menceritakan Hwan yang bergabung dengan band Sweet Melody dan dipaksa untuk menyamar menjadi cowok. Bukan di paksa, tapi terpaksa karena tidak ada bagian darinya yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang perempuan.

Lalu, apakah penyamaran Hwan akan berhasil? Adakah yang akan menyadarinya? Tentu kalian sudah menduga-duga kan? 

Hwan tak menyangka ketidakberaniannya untuk mengakui diri sebagai seorang perempuan akan menjadi sebuah rantai yang menyakiti orang-orang yang menyukainya. Kebohongan itu menjadi sebuah gunung raksasa yang menghalangi langkahnya. 

Apakah anggota Sweet Melody akan mengeluarkannya ketika penyamarannya terbongkar?

Saat Hwan did era perasaan “galau” masalah mulai menghadangnya, mulai dari pertikaiannya dengan band H2O, Hyeong Ju yang mengungkapkan cintanya, penculikan oleh grombolan preman yang dulu di palak Hwan, sampai Hwan menyadari bahwa ia menyukai Chan Ryeong. Apa yang akan Hwan lakukan ketika ia menyukai Chan Ryeong dan tau perasaan itu tidak akan terwujud? Band Sweet Melody juga terancam bubar karena masalah membernya. Uh, mulai runyam ni masalah!

Over all, Hwan still the main character of the story. Tapi, semakin ke sini aku merasa sedikit kurang masuk akal, eh lebih tepatnya penasaran dengan penokohan Hwan. Pesona apa yang dimilikinya hingga seolah-olah dunia berputar mengelilingnya. Banyak sekali tokoh-tokoh keren yang berdiri dibelakang Hwan, yang memutar arah 180 derajat dari memusuhinya jadi menyukainya. Hebat banget kan si Hwan? Sayangnya, keberadaan tokoh-tokoh ini tidak jelas asal usulnya karena tidak diceritakan lebih lanjut siapa, bagaimana, dan kenapa. Padahal novel ini terdiri dari dua skuel. Hiks. Walaupun begitu, namun banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari perkataan Hwan. Segi baiknya adalah nilainya, namun tetep aja aneh ketika remaja seusia Hwan bisa memiliki pemahaman yang dewasa. But it’s not bad at all.

Menurut novel ini cocok untuk usia remaja. Kepribadian Hwan sangat recommended untuk pendewasaan diri saat usia remaja. Pemahaman yang lahir dari pengalaman dan mengajari untuk tidak menilai suatu kejadian, orang, dan peristiwa dari satu sudut saja. It’s a good lesson, right? Yang jelas Hwan mengajari kita untuk selalu move on dan menyadari kesalahan diri sendiri. Mengakuinya, intropeksi diri dan memperbaiki/menyelesaikannya. 

Yeah, kalian pengen kenalan sama Hwan?

Yeah, she is here in Sweet Melody.

Happy Reading All! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar